MELIHAT MUSEUM CAKRA BUANA KABUPATEN CIREBON

FILOSOFI WAYANG KULIT DALAM PENYEBARAN AGAMA ISLAM

Di museum inilah beragam kolesksi kesenian khas Cirebon tersimpan dan mendapat perawatan khusus. Ialah museum Cakra Buana yang berada di kawasan kantor Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga kabupaten Cirebon.

Sekitar sejak 2007 lalu, museum ini mulai mengumpulkan berbagai kesenian, mulai dari gamelan, wayang golek, gerabah , nashkah kuno, keramik, atribut tari topeng dan kesenian wayang kulit. Kesenian ini tentu mengandung makna dan filosfi pada masanya.

Kesenian wayang kulit misalnya, sejak sekitar abad 14 an kesenian wayang kulit inilah yang digunakan kanjeng Sunan Kalijaga dalam menyebarkan agama islam, tidak sembarangan kemasan wayang kulit yang berasal dari hindu dan budha ini pun sangat memiliki makna yang dalam mulai dalam pembuatan hingga pagelarannya yang menggambarkan manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga menambahhkan masing masing atribut kesenian wayang kulit pun memiliki makna, diantaranya jumlah 313 karakter wayang kulit ini menandakan banyaknya surat dalam Al-Quran, karakter baik dan buruk manusia, pelepah pisang sebagai bumi nya, lampu sebagai cahaya atau rasul, dan dalang sebagai pangeran yang memiliki kehidupan.