RITUAL PEMBACAAN BABAD CIREBON , BANGSAL WITANA JADI TITIK AWAL ‘BABAD ALAS’ TANAH CIREBON

Peringati satu muharram 1440 hijriyah, keraton Kanoman Cirebon menggelar pembacaan babad Cirebon. Ritual ini juga dilakukan untuk memperingati hari lahir kota Cirebon ke 649 tahun. Dalam pembacaan babad ini tidak hanya untuk pemerintah kota Cirebon yang datang, melainkan wakil gubernur Jawa Barat pun turut datang serta ratusan masyarakat Cirebon.

Untuk tahun ini pembacaan babad Cirebon dilakukan di Bangsal Witana, lokasi yang merupakan titik nol babad alas. Witana memiliki arti wi = pembuka sedagkan Tana = tana atau disebut tanah pembuka, sekarang berada di dekat Bangsal Mande Mastaka atau tempat bertahtanya sultan Kanoman.

Dari sinilah kemudian kesultanan Kanoman berkeyakinan bahwa Cirebon kini telah berusia 573 tahun, merujuk pada babakyaksa sajarah pakuwuan caruban yang dibangun oleh pangeran Cakrabuwana dan Ki Danusela. Setiap tahunnya, pada tanggal satu ram-ji-ji atau muharram selalu diadakan pembacaan babad Cirebon di keraton Kanoman Cirebon.

Setelah babad Cirebon dibacakan, abdi dalem dan seluruh kerabat keraton Kanoman melaksanakan kirab agung dengan kereta paksi naga liman, dimulai dari keraton kanoman menuju astana gunung jati yakni makbaroh gusti sinuwun sunan Gunung Jati.

Berita terkait