FIFA Akan Benahi Sepakbola Palestina, Ini Rencana Lengkapnya

FIFA Akan Benahi Sepakbola Palestina
Presiden FIFA Gianni Infantino dan Dewan Perdamaian telah menandatangani perjanjian untuk membantu proses pemulihan di daerah pasca konflik. Source: @gianni_infantino
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Federasi sepakbola dunia FIFA akan benahi sepakbola Palestina setelah konflik berkepanjangan yang telah menghancurkan banyak infrastruktur olahraga di wilayah tersebut. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah pertemuan penting antara FIFA dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam acara Board of Peace yang digelar di Washington pada 19 Februari 2026. Komitmen ini menjadi sorotan karena bertepatan dengan kondisi yang sangat sulit di Gaza akibat konflik yang terus berlangsung di wilayah itu.

Menurut pernyataan yang disampaikan di acara tersebut, Trump menyatakan bahwa FIFA telah berencana menggalang dana hingga 75 juta dolar AS untuk mendukung pembangunan kembali fasilitas olahraga di Gaza. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk membangun kembali lapangan sepakbola yang rusak dan fasilitas pendukung lainnya. Rencana ini juga mencakup kemungkinan mengundang beberapa pemain terkenal dunia untuk berpartisipasi dalam inisiatif tersebut, sebagai bentuk dukungan terhadap olahraga di kawasan yang terdampak konflik.

FIFA sendiri kemudian merilis detail lebih lanjut terkait program yang akan dilaksanakan. Di antaranya adalah pembangunan akademi sepakbola untuk anak-anak dan generasi muda Palestina, serta konstruksi sebuah stadion nasional baru berkapasitas sekitar 20 ribu penonton. Selain itu, organisasi tersebut juga berencana mendirikan puluhan lapangan sepakbola di berbagai wilayah di Palestina untuk mendukung perkembangan bakat dan memberi ruang bagi masyarakat setempat untuk bermain sepakbola secara aman.

Baca Juga:Legenda Thailand Kutuk Insiden Pitch Invasion Bobotoh, Sebut Situasinya Melebihi Insiden SEA Games 1997Tabel KUR BRI 2026 Lengkap dengan Simulasi Angsuran

Situasi sepakbola di Palestina memang mengalami dampak berat akibat konflik. Banyak lapangan sudah hancur karena serangan dan bentrokan, dan tidak sedikit pemain serta insan sepakbola menjadi korban. Sebagai contoh tragis, mantan kapten tim nasional Palestina Suleiman Obaid tewas dalam serangan di Gaza, yang kemudian memicu kritik dan sorotan dari berbagai pihak terhadap FIFA karena dianggap belum memberikan sanksi tegas kepada pihak yang bertanggung jawab atas kondisi tersebut.

Walaupun FIFA menyatakan niatnya untuk membantu pemulihan sepakbola di Palestina, organisasi ini juga masih menjadi sasaran kritik karena belum mengambil tindakan disipliner terhadap Israel, yang terus berpartisipasi dalam kompetisi internasional tanpa mendapatkan hukuman meskipun banyak desakan dari komunitas sepakbola global. Kritik ini muncul dari beberapa tokoh sepakbola internasional dan organisasi pendukung hak asasi manusia yang menilai FIFA terlalu pasif dalam konteks konflik yang lebih luas.

0 Komentar