Dengan ditemani kedua putrinya dan Sid (Nick Krause), pacar Alexandra yang agak kikuk namun baik hati, mereka melakukan perjalanan ke pulau Kauai, tempat di mana pria yang diduga sebagai selingkuhan Elizabeth, Brian Speer (Matthew Lillard), tinggal bersama keluarganya.
Selama perjalanan ini, Matt menghadapi banyak hal yang mengubah cara pandangnya tentang kehidupan dan keluarganya.
Ia harus berhadapan dengan perasaan marah, sakit hati, dan kebingungan, tetapi juga harus belajar untuk melepaskan dan memaafkan.
Baca Juga:Wild Tales: Perjalanan Emosional dalam Cerita-Cerita Pendek Penuh KejutanSinopsis Lengkap 'Two Days, One Night': Drama Kehidupan yang Menyentuh Hati
Di sisi lain, perjalanannya dengan Alexandra dan Scottie juga membuat mereka lebih dekat dan saling memahami.
Di tengah proses pencarian tersebut, Matt juga harus membuat keputusan penting mengenai tanah keluarga mereka.
Ada banyak tekanan dari sepupu-sepupunya untuk menjual tanah tersebut kepada para pengembang, tetapi Matt merasa bimbang.
Tanah tersebut memiliki nilai sentimental dan sejarah yang kuat bagi keluarganya, dan menjualnya berarti kehilangan bagian dari warisan mereka.
Pertemuan dengan Brian Speer
Setelah pencarian yang penuh emosi, Matt akhirnya menemukan Brian Speer.
Namun, yang mengejutkan, Brian ternyata memiliki keluarga dan tidak berniat untuk melanjutkan hubungan dengan Elizabeth.
Ketika Matt berhadapan langsung dengan Brian, ia dihadapkan pada pilihan untuk melampiaskan amarahnya atau memilih jalan yang lebih damai.
Baca Juga:Menggali Keberanian dan Integritas dalam The Lincoln Lawyer: Sinopsis dan UlasanSinopsis Menegangkan Phone Booth: Ketika Telepon Mengancam Nyawa
Brian, yang tidak tahu menahu tentang kecelakaan Elizabeth, tampak terkejut dan menyesal.
Istrinya, Julie (Judy Greer), yang tidak menyadari perselingkuhan suaminya, juga terjebak dalam situasi yang menyakitkan ini.
Dalam momen yang sangat emosional, Matt memutuskan untuk melepaskan kemarahannya dan memilih untuk mengampuni.
Adegan ini menunjukkan transformasi karakter Matt dari seseorang yang terjebak dalam amarah dan kekecewaan menjadi seseorang yang belajar menerima kenyataan dan memilih jalan yang lebih baik.
Keputusan Tentang Tanah Warisan
Konflik lain yang harus diselesaikan oleh Matt adalah mengenai tanah warisan keluarganya.
Tanah seluas 25.000 hektar tersebut sangat diincar oleh para pengembang properti, dan sebagian besar sepupunya mendorong untuk menjual tanah itu demi mendapatkan keuntungan besar.
Namun, setelah melalui berbagai pertimbangan dan melihat kembali nilai sejarah dan budaya tanah tersebut, Matt mengambil keputusan yang tidak terduga.