Sinergi Ciayumajakuning: Menjinakkan Inflasi, Menyemai Digitalisasi

Pertemuan pembahasan Inflasi tingkat Ciayumajakuning
Bank Indonesia menjadi motor pertemuan High Level Meeting TPID dan TP2DD, pertemuan tersebut dihadiri sejumlah pihak terkait dari wilayah Indramayu, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kuningan dan Majalengka
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Di bawah langit Kuningan yang berarak teduh, denting langkah para pemimpin daerah menggema di ruang pertemuan yang bukan hanya sarat data, tapi juga harapan. High Level Meeting TPID & TP2DD se-Ciayumajakuning 2025 bukan sekadar rapat koordinasi, melainkan simfoni sinergi yang menandai babak baru peradaban ekonomi kawasan Ciayumajakuning: dari akar harga-harga yang harus dijaga hingga angkasa digitalisasi yang harus diraih bersama.

Pertemuan prestisius ini mempertemukan wajah-wajah strategis yang menjadi tulang punggung daerah — dari Plt. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Kiptiah Riyanti; Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si; Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M; Wakil Bupati Indramayu, H. Syaefudin; hingga para utusan dari Cirebon kota dan kabupaten. Sebuah forum lintas batas administratif, namun berurat pada cita-cita yang sama: menjaga keseimbangan ekonomi rakyat dan menggenggam masa depan digital dengan tangan terbuka.

Di tengah riuhnya tantangan harga bahan pokok dan fluktuasi daya beli, hadir kesepakatan penting yang menggugah: menyusun peta jalan pengendalian inflasi 2025–2027. Peta yang bukan hanya menunjukkan arah, tetapi juga menjadi kompas moral dalam menakhodai stabilitas harga demi kesejahteraan bersama. Dari Ciayumajakuning untuk Jawa Barat, dari Jawa Barat untuk Indonesia.

Baca Juga:Orang-orang Kaya di Indonesia 2025: Peta Kekayaan, Bisnis, dan Dinasti Baru EkonomiHigh Level Meeting TPID dan TP2DD se-Wilayah Ciayumajakuning di Bank Indonesia Cirebon

Namun bukan hanya harga yang jadi bahasan. Dunia yang terus berpindah ke digital menuntut kesiapan baru. Maka, para pemimpin daerah pun sepakat: transformasi digital adalah keniscayaan. Dari pembayaran elektronik hingga penguatan ekosistem ekonomi digital lokal, digitalisasi bukan lagi soal pilihan, tapi keharusan. Sebab, dari situ lahir efisiensi, inklusi, dan harapan atas PAD yang lebih bergairah.

Kiptiah Riyanti, perempuan yang kini mengemban amanah sebagai Plt. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, menegaskan dengan nada penuh keyakinan bahwa menjaga stabilitas harga dan menguatkan daya beli tak bisa hanya lewat satu jalan. Elektronifikasi pembayaran dan adaptasi digital adalah dua sayap penting menuju ekonomi yang berkelanjutan dan tangguh.

Pertemuan ini pun menjadi catatan manis tentang bagaimana kolaborasi daerah bukan sebatas wacana, melainkan gerakan nyata. Ciayumajakuning, yang selama ini dikenal lewat kearifan budaya dan kekayaan sumber daya, kini menegaskan diri sebagai kawasan yang siap bertransformasi — dari meja musyawarah hingga aplikasi digital.

0 Komentar