Mutasi Sekda Cirebon: Antara Ketidakharmonisan atau Strategi Politik Bupati Imron?

Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg
Beredar isu ada hubungan yang tak harmonis antara Bupati dan mantan Sekda
0 Komentar

Namun, ada pula yang melihat mutasi ini bukan semata persoalan hubungan personal, melainkan bagian dari strategi penataan ulang birokrasi Dengan mendekatkan sosok loyalisnya di posisi strategis, yang berhubungan langsung dengan investasi dan pelayanan publik, bisa jadi Bupati sedang membangun barisan untuk agenda-agenda politik atau proyek prioritas di periode keduanya.

Sementara itu, jabatan Sekda kini diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt), yakni Yan Ediyana. Penunjukan Plt ini juga memunculkan spekulasi: apakah akan ada figur luar yang masuk sebagai Penjabat Sekda? Ataukah ini hanya transisi sementara sebelum figur baru — yang lebih sejalan dengan visi politik Bupati dilantik secara definitif?

Yang jelas, publik menyoroti langkah ini bukan sekadar mutasi teknokratis, melainkan sebuah isyarat tentang arah politik dan dinamika internal di lingkaran kekuasaan Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Baca Juga:Posisi Sekda di Jabat PLT, Bupati Imron Siapkan Tahapan Pengisian Sekda dan Empat Posisi Kepala DinasInspektur Jadi Plt Sekda, Ini Daftar Lengkap Rotasi Pemkab Cirebon: Penuh Kejutan, Sarat Harapan!!

Seperti biasa, Imron memilih irit bicara. Saat dikonfirmasi soal proses pengisian Penjabat Sekda, ia hanya menyebut, “Surat sudah dikirim, nanti PLT akan mengisi sampai ada PJ.” Sebuah jawaban normatif yang menyimpan banyak tafsir.

Di tengah isu reshuffle yang lebih luas, manuver ini mengirim pesan tegas: Bupati Imron tengah menyusun barisan baru. Bukan hanya loyalitas yang diuji, tapi juga seberapa sinkron visi eksekusi antara dirinya dan para pejabat kunci.

Dan dalam politik birokrasi, loyalitas yang tak lagi seirama, seringkali berujung pada pemindahan.

0 Komentar