Air Mata Untuk Affan: Driver Ojol yang  Tewas Dilindas Barracuda Saat Demo

Duka untuk Affan
Driver Ojol, Muhammad Affan tewas dilindas Barracuda Foto : ist
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Demonstrasi buruh dan serikat pekerja pada Kamis, 28 Agustus 2025, meninggalkan jejak luka yang tidak mudah dihapus. Ribuan orang datang ke depan gedung DPR untuk menyuarakan tuntutan hidup yang lebih layak, namun aksi yang semula penuh semangat itu berakhir dengan kabar duka.

Di depan Rumah Susun Bendungan Hilir II, Jakarta Pusat, seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis Brimob. Ia bukan orator di panggung, bukan pula pemimpin serikat, hanya rakyat biasa yang ikut menuntut keadilan. Namun justru nama rakyat biasa itulah yang kini menjadi simbol kehilangan besar.

Jenazah Affan dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Di ruang jenazah rumah sakit itulah isak tangis keluarga, sahabat, dan rekan seprofesinya pecah.

Baca Juga:Link Streaming, Susunan Pemain, H2H, Link Streaming Dewa United Vs Persija! Duel Sengit Tanpa Penonton!Parah! Manchester United Dipermalukan Grimsby Town: Klub Divisi Empat Inggris!

Demo itu dimulai dengan wajar: teriakan buruh, spanduk bertuliskan enam tuntutan, dan harapan akan perubahan. Mereka meminta outsourcing dihapus, menolak upah murah, menolak PHK, hingga mendesak pengesahan sejumlah RUU yang dianggap penting.

Suasana Chaos, ricuh, tuntutan buruh tak lagi bergema. Semua berubah ketika kabar tentang jatuhnya korban tersiar. Videonya viral, bagaimana Affan yang sudah terjatuh, malah digilas mobil rantis Brimob. Demo pun berubah menjadi panggung duka.

Kematian Affan membuat tuntutan yang sejatinya soal perbaikan hidup mendadak bergeser menjadi doa dan ratapan. Hidup layak yang ia perjuangkan kini tinggal kenangan.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mendatangi RSCM. Ia menemui keluarga korban dan menundukkan kepala di depan jenazah Affan.

“Kami akan menindaklanjuti peristiwa yang terjadi. Saya minta maaf kepada keluarga korban dan seluruh keluarga besar ojek online atas musibah yang terjadi,” kata Sigit dengan nada pelan.

Kalimat itu diucapkan bukan di mimbar besar, bukan di depan kamera yang riuh, tapi di RSCM, di tengah suasana hening penuh tangis. Kehadiran polisi malam itu tidak menghapus luka, tetapi setidaknya memberi isyarat bahwa negara menyadari kehilangan ini bukan perkara kecil.

Tujuh personel Brimob kini menjalani pemeriksaan. Namun bagi keluarga korban, lebih dari sekadar proses hukum, yang mereka butuhkan adalah kepastian bahwa tragedi semacam ini tidak lagi merenggut nyawa rakyat kecil.

0 Komentar