RADARCIREBON.TV- Hari ini menjadi tonggak bersejarah bagi sepak bola nasional, ketika striker muda Mauro Zijlstra resmi mengucapkan sumpah setia sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) di Kedutaan Besar Republik Indonesia, Den Haag.
Momen bersejarah ini tidak hanya menandai langkah penting dalam naturalisasi, tapi juga membuka peluang besar baginya untuk segera membela skuad Garuda, terutama Timnas U-23, dalam kompetisi penting hingga penghujung tahun.
Mauro Zijlstra Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Zijlstra bukan satu-satunya pemain yang menjalani sumpah kewarganegaraan pada hari itu. Tiga pemain wanita keturunan diaspora, Isabel Corian Kopp (23), Pauline Jeannette van de Pol (22), dan Isabelle Nottet (22) juga mengikuti prosesi yang sama.
Baca Juga:Mauro Zijlstra & Miliano Jonathans Gagal Main di Timnas U-23, Langsung Dipromosikan ke Senior!Mauro Zijlstra Masih Belum Siap, Naturalisasi Tak Rampung, Absen di Kualifikasi U-23
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang PSSI untuk memperkuat Timnas Putri dengan talenta bertaraf internasional, dengan visi mewujudkan posisi di peringkat 50 besar dunia, 10 besar Asia, serta tampil di Piala Dunia Wanita 2035.
Proses naturalisasi Mauro Zijlstra sebenarnya telah memasuki tahap lanjut sejak beberapa waktu lalu. Setelah dokumen terkait disetujui oleh pemerintah pusat dan diserahkan ke DPR, komisariat federasi sepak bola mengusahakan agar sumpah dapat dijalankan akhir pekan ini, proses yang akhirnya terealisasi hari ini dengan lancar.
Zijlstra, yang saat ini berkarier sebagai penyerang untuk klub Eredivisie Volendam, memiliki darah keturunan Indonesia. Usianya yang masih muda yaitu 20 tahun, membuatnya menjadi aset strategis untuk regenerasi lini depan Timnas.
Sejak Juli 2025, namanya sudah muncul dalam radar naturalisasi, disiapkan untuk memperkuat skuad senior maupun tim U-23. Kini, dengan status kewarganegaraan yang sudah resmi, langkah selanjutnya adalah proses perpindahan federasi ke PSSI.
Jika berjalan mulus, Mauro berpeluang tampil di jadwal FIFA Matchday mendatang, ketika Timnas Indonesia dijadwalkan beruji coba melawan Kuwait dan Lebanon pada September 2025.
Namun, untuk Kualifikasi Piala Asia U-23, peluangnya terbentur tuntutan administrasi pendaftaran yang telah ditutup.
•Sorotan dan Signifikansi
1. Amunisi Baru Lini Depan
Ketiadaan penyerang utama saat ini menjadi perhatian serius, dan kehadiran Zijlstra memberi angin segar karena usia muda dan potensinya yang besar untuk jangka panjang. Ia bisa menjadi pelapis sekaligus regenerasi yang dibutuhkan.