RADARCIREBON.TV – Sabtu malam (30/8), akun Instagram resmi Manchester United akhirnya mengucapkan kalimat perpisahan yang lama ditunggu-tunggu sebagian fans: “Alejandro Garnacho has completed a permanent move to Chelsea.”
Dalam satu postingan sederhana, diunggah tak lama setelah kemenangan dramatis United atas Burnley, kabar itu menutup spekulasi yang sudah mengambang sejak awal musim. Garnacho, bocah Argentina dengan rambut pirang yang suka selebrasi Cristiano Ronaldo itu, resmi angkat kaki dari Old Trafford. Tujuannya? Stamford Bridge, rumah Chelsea, yang tampaknya belum puas membangun kebun binatang berisi pemain muda dengan kontrak panjang.
Sebenarnya, tak ada yang kaget. Pakar transfer Fabrizio Romano sudah lama membunyikan alarm. Dari bulan Juli, dia berkicau di X (dulu Twitter), menyebut Garnacho hanya menginginkan Chelsea. “Here we go” akhirnya benar-benar meledak pada akhir Agustus. Kesepakatan senilai £40 juta, kontrak tujuh tahun, dan sebuah bab baru yang terasa seperti potongan episode dari serial drama tak berkesudahan sepak bola modern.
Baca Juga:Manchester United Vs Burnley 3-2, Manchester United Dapat Dua Hadiah Lawan BurnleyHasil Akhir Chelsea Vs Fulham 2-0, Chelsea Sudah Incar Bayern Munchen di Liga Champions
Manchester United, seperti biasa, tampil elegan dalam mengucapkan selamat tinggal. Kata-katanya manis: terima kasih atas kontribusi, semoga sukses di bab berikutnya. Tetapi di balik layar, tak sedikit fans yang justru menyambut kepindahan ini dengan lega, bahkan dengan sorakan sinis.
“Tidak ada pemain yang lebih besar dari klub,” tulis salah satu netizen di kolom komentar. Sebuah kalimat klise, tapi kali ini terdengar seperti pengingat untuk bocah 20 tahun yang sering tampil lebih sibuk dengan gaya daripada isi.
Yang lebih pedas, komentar lain: “Terima kasih untuk £40 juta, kami bisa belanja Baleba.” Satu baris yang lebih mirip sindiran: uang tebusan Garnacho akan digunakan untuk mencari “mainan baru” di bursa transfer.
Di pihak Chelsea, kepindahan ini seolah menegaskan hobi lama: membeli pemain muda dengan harga mahal, menandatangani kontrak absurd (7 tahun!), lalu berharap salah satunya berubah menjadi bintang. Jika tidak, ya, selalu ada pintu pinjaman ke klub papan tengah Liga Prancis atau Portugal.