Garnacho jelas bukan sekadar remaja biasa. Kecepatan, keberanian menusuk, serta ego sebesar London itu sendiri, adalah paket yang membuat Chelsea rela merogoh £40 juta. Tapi, di klub yang sudah penuh sesak dengan talenta belia, Garnacho hanya akan menjadi satu wajah baru di antara sekian banyak wajah lapar. Stamford Bridge memang seperti taman bermain atau, bagi sebagian orang, kuburan karier.
Contohnya mudah: Mykhailo Mudryk. Dulu dielu-elukan, sekarang lebih sering jadi bahan meme. Apakah Garnacho akan bernasib sama? Itu pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh waktu—dan mungkin, oleh kesabaran fans Chelsea yang sudah kebal dengan drama.
Manchester United sendiri terlihat makin nyaman jadi sinetron. Setelah berbulan-bulan terombang-ambing isu Amorim, kegagalan di Carabao Cup, dan pertandingan yang lebih sering bikin jantung fans bekerja lembur, kepergian Garnacho hanya menambah satu babak baru.
Baca Juga:Manchester United Vs Burnley 3-2, Manchester United Dapat Dua Hadiah Lawan BurnleyHasil Akhir Chelsea Vs Fulham 2-0, Chelsea Sudah Incar Bayern Munchen di Liga Champions
Di atas kertas, United tidak kehilangan sosok vital. Garnacho memang punya potensi besar, tapi belum pernah benar-benar konsisten. Ia lebih sering jadi cameo: muncul dengan gol indah atau dribel memukau, lalu hilang dalam pertandingan berikutnya. Dalam sistem Amorim yang menuntut kerja kolektif, Garnacho tampaknya lebih jadi beban daripada solusi.
Maka, menjualnya ke Chelsea dengan harga £40 juta bisa dianggap bisnis cerdas, atau sekadar “melempar masalah ke tetangga.”
Di jagat maya, reaksi fans United terbagi dua kubu. Kubu pertama adalah mereka yang merasa kehilangan. Garnacho dianggap sebagai simbol masa depan, darah muda yang seharusnya jadi wajah baru klub. “Kita baru saja memberikan pemain muda terbaik kita ke rival,” kata seorang fans, seperti menyalakan sirene alarm.
Kubu kedua? Mereka justru merasa lega. Garnacho dinilai terlalu sibuk jadi influencer ketimbang pemain bola. Jumlah unggahan Instagram kadang lebih banyak dari jumlah gol yang ia cetak. “Dia lebih cocok di Chelsea, klub yang sudah penuh bintang Instagram,” tulis komentar pedas.
Lalu siapa sebenarnya yang menang dalam transfer ini? Jawaban jujurnya: mungkin dua-duanya. Chelsea mendapatkan pemain muda dengan bakat besar, meski risiko gagal juga besar. United mendapat £40 juta segar, angka yang bisa dipakai untuk memperbaiki tim yang lebih sering butuh “mesin diesel” ketimbang “kembang api.”