Kejutan! Real Madrid Kecolongan Sepak Pojok Mallorca: Skor Sementara 0-1

Pemain Mallorca
Vedat Muriqi merayakan gol ke gawang Real Madrid Foto : rcd Mallorca
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Santiago Bernabéu, stadion megah yang biasanya jadi panggung kejayaan Real Madrid, mendadak membisu di menit ke-18. Mallorca, tim yang datang hanya dengan bekal keberanian dan doa, sukses menampar wajah sang raksasa lewat gol Vedat Muriqi. Satu sepak pojok, satu tandukan, satu kesalahan kecil yang membuat seluruh fans Madrid terdiam.

Inilah sepak bola: penuh kejutan, penuh drama, dan penuh ironi. Real Madrid yang bermain dominan, menguasai bola hingga 60 persen, justru harus menerima kenyataan pahit kebobolan lewat skema sederhana.

Gol yang Membuat Bernabéu Membisu. Pablo Torre, gelandang Mallorca, mengambil sepak pojok dengan santai. Semua mata tertuju pada kotak penalti Madrid. Vedat Muriqi, striker jangkung dengan nomor punggung 7, sudah bersiap. Bola melayang, pemain Madrid hanya berdiri, dan Muriqi menanduk dengan kekuatan penuh.

Baca Juga:Prediksi Skor, Link Streaming Real Madrid vs Mallorca, Kick Off 02.30 WIBLink Streaming, Jadwal dan Prediksi Real Madrid vs Mallorca: Tiket Madrid Menuju Puncak

Thibaut Courtois? Kiper raksasa itu hanya terpaku, tubuhnya seakan membeku. Bola melewati sisi kirinya, jaring bergoyang, dan papan skor menunjukkan 0-1. Bernabéu terdiam. Yang biasanya bergemuruh, kali ini hening. Suara para pendukung Mallorca yang datang jauh-jauh justru lebih terdengar nyaring.

Ironis. Tim dengan skuad berisi Kylian Mbappé, Vinicius Junior, Arda Güler, hingga wonderkid Mastantuono, justru kecolongan dari situasi bola mati yang seharusnya bisa mereka antisipasi dengan mudah.

Real Madrid Dominan, Tapi belum mampu cetak gol. Setelah gol itu, Real Madrid seperti kesetanan. Mereka menggempur Mallorca dari segala arah. Mbappé berlari dengan kecepatan kilat, Vinicius menggiring bola dengan trik-triknya, dan Güler mencoba menusuk dari lini kedua. Tapi hasilnya? Nihil.

Mallorca memilih bertahan dengan disiplin. Sepuluh pemain berada di area pertahanan, hanya Muriqi yang sesekali maju untuk mengulur waktu. Real Madrid menguasai bola 60 persen, bahkan lebih. Statistik tembakan pun berat sebelah. Namun, sepak bola tidak pernah soal angka. Sepak bola soal siapa yang bisa mencetak gol.

Madrid seperti petinju kelas berat yang memukul berkali-kali, tapi lawan kecilnya menangkis semua pukulan itu dan malah berhasil menyelipkan satu pukulan telak di dagu. Dan itulah yang terjadi: satu pukulan Mallorca membuat Bernabéu terdiam.

0 Komentar