RADARCIREBON.TV- Di tengah jeda kompetisi akibat agenda FIFA Matchday, Persib Bandung tak lantas berdiam diri.
Klub “Maung Bandung” kini berjuang mengelola berbagai tantangan, mulai dari denda yang menimpa klub dan pemain, intensitas latihan ganda, hingga persiapan untuk menghadapi laga-laga penting di dalam negeri maupun Asia. Berikut ulasan lengkap kondisi terkini Persib per 8 Oktober 2025.
Jeda Kompetisi: Waktu Kedua Tim Istirahat dan Refokus
Setelah menghadapi Bangkok United di ajang ACL Two pada 1 Oktober 2025, Persib mendapat jeda pertandingan yang cukup panjang. Klub ini memanfaatkan momen tersebut agar para pemain bisa pulih secara fisik dan mental.
Baca Juga:Kontras Performa Bomber Asing Persib Bandung: Ramon Tanque Melempem di Awal Musim, Bobotoh Mulai GelisahPSSI dan Persib Bandung Kompak Kena Sanksi Komite Disiplin AFC, Turnamen Domestik Jadi Sorotan
Menurut rencana, Persib akan kembali turun lapangan pada 17 Oktober 2025 melawan PSBS Biak dalam lanjutan Super League. Sementara itu, sesi latihan kembali digelar sejak 7 Oktober di lapangan pendamping GBLA, di mana para pemain yang tidak dipanggil tim nasional tetap aktif berlatih.
Pelatih Bojan Hodak menyatakan bahwa selama jeda ini, tim akan menjalani latihan dua kali sehari: satu sesi di lapangan dan satu di pusat kebugaran (gym). Ia berharap jeda ini dapat menjadi momen pemulihan sekaligus ajang memperkuat koordinasi tim secara taktis.
Fokus Konsistensi: Barba dan Jung Tegaskan Tekadnya
Jeda kompetisi juga dimanfaatkan pemain asing Persib untuk menjaga performa dan kesinambungan kontribusi mereka. Dua figur sentral yakni Federico Barba dan Andrew Patrick Jung menyampaikan komitmen kuat agar tetap tampil maksimal.
Bek asal Italia, Barba, memandang jeda ini sebagai kesempatan memperbaiki kondisi tim dan menyatukan ritme permainan. Menurutnya, tim harus memanfaatkan waktu untuk fokus pada kebugaran dan taktik dasar sebelum kembali ke fase kompetitif.
Sementara itu, Jung yang baru mencetak gol debutnya di laga melawan Bangkok United menegaskan bahwa kemenangan tim lebih penting daripada sekadar prestasi individu. Ia berharap momentum itu bisa menjadi titik awal bagi kontribusi lebih besar di laga-laga berikutnya.
~Masalah Denda
•Beban Tambahan yang Harus Ditanggung
Di tengah persiapan, Persib harus menghadapi kabar kurang menyenangkan, sejumlah sanksi finansial dan regulasi yang dijatuhkan oleh Komisi Disiplin PSSI (Komdis) dan AFC. Total denda yang harus dibayar klub dalam pekan terakhir mencapai sekitar Rp 68 juta.
