RADARCIREBON.TV – Menghadapi tantangan penurunan jumlah penonton akibat larangan bagi suporter tamu, I. League meluncurkan inisiatif strategis dengan mendirikan divisi khusus bernama Fans Engagement. Divisi ini bertujuan untuk menjadi tempat kerja sama antara pengelola liga, klub-klub, dan komunitas suporter demi memperbaiki kepercayaan publik dan menciptakan suasana stadion yang lebih sehat dan inklusif.
Hanif Marjuni, Manajer Corporate Share Value I. League, menekankan bahwa dibentuknya divisi Fans Engagement adalah solusi jangka panjang yang mengutamakan keterlibatan masyarakat. “Kami ingin membangun pemahaman baru bahwa pendukung tidak hanya berperan sebagai penonton, melainkan sebagai elemen vital dalam ekosistem sepak bola yang profesional,” ujarnya saat konferensi di Solo, Kamis (6/11/2025).
Melalui divisi ini, I. League merancang beragam program yang berfokus pada edukasi dan penguatan peran suporter. Salah satu program tersebut adalah pelatihan untuk perwakilan komunitas fans agar memahami standar keamanan, peraturan stadion, serta pentingnya kampanye melawan kekerasan dan diskriminasi. Ini diharapkan dapat menjadikan budaya menonton lebih tertib dan bermoral.
Baca Juga:Evaluasi Keamanan dan Kebersihan Program Makanan Bergizi Gratis di Sekolah Dasar CirebonJadwal Pemain Timnas Indonesia di Liga Europa: Aksi Calvin Verdonk, Miliano Jonathans, dan Dean James Dinanti!
Selain kegiatan langsung, divisi Fans Engagement juga memperkuat aktivitas digital untuk mencapai generasi muda yang kini lebih aktif di platform media sosial. Program-program seperti kompetisi konten kreatif, akses belakang layar, dan pertemuan virtual dengan fans disusun agar interaksi antara klub dan penggemar tidak hanya terjadi di hari pertandingan. Pendekatan ini juga berfungsi sebagai alat promosi yang positif bagi citra sepak bola nasional di ranah digital.
Tidak hanya itu, divisi ini juga menggandeng komunitas suporter dari berbagai klub untuk menyelenggarakan forum komunikasi secara rutin. Forum ini akan menjadi sarana untuk berdialog terbuka dalam membahas isu-isu penting seperti keselamatan di stadion, transparansi pengelolaan klub, serta partisipasi dalam kegiatan sosial.
Langkah kolaboratif ini sejalan dengan semangat good governance dalam pengelolaan sepak bola, yang menonjolkan transparansi, partisipasi publik, dan tanggung jawab sosial. I. League berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh manajemen kompetisi modern yang menjadikan suporter sebagai mitra utama, bukan hanya sebagai penonton.
