RADARCIREBON.TV – Estadio de Vallecas kembali menjadi kuburan bagi para raksasa. Kali ini giliran Real Madrid yang boncos, pulang tanpa gol. Tim asuhan Xabi Alonso itu gagal mencetak gol dan harus puas bermain imbang 0-0 melawan tuan rumah Rayo Vallecano dalam lanjutan pekan ke-12 La Liga 2025/2026, Minggu (9/11/2025) malam WIB.
Di atas kertas, Real Madrid unggul di hampir semua sektor. Namun, dominasi itu tak berarti banyak. Strategi rapat dan disiplin khas Vallecas kembali menjadi senjata mematikan bagi tuan rumah. Inigo Pérez, pelatih Rayo, menyiapkan permainan dengan pressing tinggi dan transisi cepat yang sukses memaksa Madrid frustrasi.
Sejak peluit pertama, atmosfer panas Vallecas terasa mencekam. Suporter tuan rumah berdiri tanpa henti, menciptakan tekanan yang menggema di setiap serangan Real. Rayo memulai laga dengan agresif—Ciss dan Ratiu langsung menebar ancaman dari sisi kanan, memaksa Courtois berjibaku di bawah mistar.
Baca Juga:Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Real Madrid: Saatnya Madrid Pecah Telur di Kandang LawanReal Madrid Takluk di Tangan Liverpool, Xabi Alonso Frustrasi dengan Penyelesaian Akhir Pemainnya
Madrid mencoba merespons lewat aksi individu Arda Güler dan pergerakan Mbappé, tapi keduanya terus terperangkap dalam barisan pertahanan yang rapat dan terorganisir. Batalla, kiper Rayo, tampil seperti tembok baja dengan sederet penyelamatan gemilang.
Vinícius Jr sempat punya peluang emas di menit ke-22, namun tendangannya dari jarak dekat masih bisa ditepis Batalla. Brahim Díaz nyaris membuka skor lewat sundulan diving, tapi bola melayang tipis di atas mistar. Hingga jeda babak pertama, papan skor tetap membeku.
Xabi Alonso tak tinggal diam. Dean Huijsen yang terancam kartu diganti Militao untuk menstabilkan lini belakang, sementara Jude Bellingham mendapat peran lebih ofensif. Tempo permainan meningkat, namun justru Rayo yang lebih efektif memanfaatkan ruang.
Andrei Ratiu lagi-lagi menjadi momok di sisi kanan, mengirim umpan silang berbahaya yang hampir disambar Alvaro García di menit ke-66. Real terus menekan, tapi setiap peluang selalu menemui kebuntuan. Arda Güler sempat membuat seluruh stadion terdiam lewat sepakan melengkung yang hanya berjarak beberapa sentimeter dari gawang.
