DPRD Kabupaten Majalengka menggelar Rapat Dengar Pendapat bersama warga dan Karang Taruna Desa Nagarakembang menyusul keluhan terkait dampak operasional Dapur MBG yang berada dekat permukiman. Warga mengkhawatirkan potensi pencemaran, kebisingan, dan risiko kebakaran dari aktivitas dapur tersebut.
DPRD Majalengka dari Komisi I, III, dan IV menggelar Rapat Dengar Pendapat bersama warga dan Karang Taruna Desa Nagarakembang, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka. Rapat ini menindaklanjuti keluhan mengenai Dapur MBG yang berdekatan dengan area konveksi dan permukiman.
Keluhan tersebut awalnya diterima Karang Taruna Himawa sebelum disampaikan resmi kepada DPRD. Warga mengaku khawatir terhadap potensi pencemaran, kebisingan, dan risiko kebakaran dari Dapur MBG yang sudah beroperasi sekitar satu bulan.
Baca Juga:Menbud RI Resmikan Ruang Pameran Tetap Museum Keraton Kanoman – VideoMantan Kepala Toko Minimarket Gasak Uang Rp 18 Juta – Video
Ketua DPRD Majalengka, Didi Supriadi, mengapresiasi peran Karang Taruna sebagai penyalur aspirasi warga. Ia memastikan aduan warga akan ditindaklanjuti dengan peninjauan langsung dan mengundang Satgas MBG untuk mencari solusi.
Selain itu, Sekretaris Dinas PMPTSP, Johansyah, menjelaskan bahwa sejumlah perizinan Dapur MBG belum tuntas, termasuk Sertifikat Higienis dari Dinas Kesehatan. Ia menegaskan bahwa Dapur MBG tetap wajib memenuhi seluruh standar administrasi dan verifikasi lapangan oleh Satgas.
Sementara, warga Nagarakembang berharap Pemerintah turun langsung karena rumahnya dekat dengan Dapur MBG. Selain itu, Ketua Karang Taruna Himawa, Irwansyah, juga meminta Satgas segera meninjau kondisi dan memberikan solusi terbaik.