RADARCIREBON.TV – Dunia sepak bola sempat dikejutkan oleh insiden langka yang melibatkan mega bintang Portugal, Cristiano Ronaldo. Dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa melawan Republik Irlandia di Dublin dua pekan lalu, Ronaldo menerima kartu merah internasional pertamanya dalam 226 penampilannya bersama Seleção das Quinas. Kapten tim tersebut diusir wasit setelah terlihat menyikut bek Irlandia, Dara O’Shea, sebuah tindakan yang dikategorikan sebagai violent conduct atau permainan keras yang serius.
Insiden tersebut memicu kekhawatiran besar di kubu Timnas Portugal dan para penggemar global. Berdasarkan aturan disipliner standar FIFA, pelanggaran kategori violent conduct biasanya berujung pada hukuman larangan bermain sebanyak tiga pertandingan. Jika hukuman ini diterapkan penuh, Ronaldo diprediksi akan memulai Piala Dunia keenamnya—sebuah rekor baru—dalam status skorsing, yang berarti ia bisa absen pada laga pembuka atau bahkan lebih, di turnamen yang akan diselenggarakan di Amerika Utara pada Juni 2026 mendatang.
Vonis Disipliner yang Mengejutkan: Hukuman Percobaan Satu Tahun
Namun, FIFA mengambil keputusan disipliner yang sama sekali tidak terduga pada Selasa waktu setempat. Badan sepak bola dunia tersebut merilis vonis tiga pertandingan larangan bermain, namun dengan twist yang sangat penting: dua dari tiga pertandingan tersebut ditangguhkan untuk masa percobaan selama satu tahun.
Baca Juga:Teka-Teki Pelatih Timnas Indonesia Kian Misterius: PSSI Tunda PengumumanTantangan Berat di Bishan Stadium: Bojan Hodak Tuntut Kemenangan Penuh
Keputusan ini praktis memangkas hukuman efektif Ronaldo menjadi hanya satu pertandingan. Hukuman satu laga tersebut pun sudah dijalani oleh peraih lima gelar Ballon d’Or itu saat Portugal melakoni pertandingan kualifikasi terakhir mereka, yang berakhir dengan kemenangan telak 9-1 atas Armenia, memastikan tiket Portugal ke Piala Dunia 2026. Dengan demikian, Cristiano Ronaldo secara resmi dinyatakan bebas dari sanksi dan dipastikan dapat tampil sebagai starter pada pertandingan perdana Timnas Portugal di Piala Dunia 2026 pada 11 Juni 2026.
Kontroversi Aturan Disipliner dan Peringatan Keras FIFA
Keputusan FIFA ini menimbulkan tanda tanya di kalangan pengamat karena penerapan skorsing yang ditangguhkan (masa percobaan) pada hukuman tiga pertandingan untuk tindakan agresif merupakan hal yang jarang terjadi. Kejanggalan ini diperkuat oleh fakta bahwa pada bulan yang sama, dua pemain dari Armenia dan Burundi yang melakukan tindakan serupa, justru menerima larangan bermain penuh tiga pertandingan tanpa keringanan masa percobaan.
