RADARCIREBON.TV – Kecintaan pada sepak bola kini tak hanya berhenti di lapangan hijau dan hiruk pikuk tribun, tetapi juga meluas hingga kepedulian terhadap lingkungan. Klub kebanggaan Jawa Barat, Persib Bandung, bersama mitra korporatnya, Jubelo, baru-baru ini menunjukkan komitmen nyata yang patut diacungi jempol dalam gerakan keberlanjutan. Mereka membuktikan bahwa pertandingan besar bisa berjalan sukses, tak hanya dalam hal skor, tetapi juga dalam hal dampak lingkungan.
Peristiwa ini terjadi setelah salah satu pertandingan kandang penting Pangeran Biru melawan Dewa United. Momen yang menarik ribuan suporter tersebut dijadikan ajang untuk menguji efektivitas program pengelolaan sampah terpadu yang mereka jalankan. Hasilnya sungguh luar biasa. Tim gabungan berhasil mengumpulkan dan mengolah sampah pascapertandingan yang mencapai angka fantastis: lebih dari tiga ton.
Angka tiga ton sampah ini bukanlah sekadar sisa-sisa kemasan makanan dan minuman yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Berkat inisiatif Persib dan Jubelo, sebagian besar material ini dipilah secara cermat. Mereka berhasil mengidentifikasi dan memisahkan sampah organik dan non-organik, terutama plastik dan kertas, untuk selanjutnya didaur ulang. Hal ini menunjukkan bahwa dengan perencanaan dan pelaksanaan yang tepat, volume besar sampah dari acara olahraga massal dapat dialihkan dari tumpukan TPA.
Baca Juga:Curtis Jones Buka Suara: Inilah yang Hilang dari Jantung Permainan LiverpoolGebrakan Awal Nova Arianto: 11 Talenta Muda Dipanggil Seleksi Timnas U-20, Dominasi Lima Pemain Persib!
Fokus utama dari kegiatan ini adalah menciptakan ekosistem stadion yang lebih bertanggung jawab. Melalui penempatan titik-titik pemilahan yang jelas dan edukasi singkat kepada para suporter, klub berupaya menanamkan kesadaran kolektif bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan adalah bagian tak terpisahkan dari identitas suporter sejati. Persib menyadari betul bahwa basis penggemar mereka yang masif bisa menjadi kekuatan pendorong yang signifikan dalam perubahan perilaku positif.
Keberhasilan mengelola sampah hingga tiga ton setelah satu pertandingan ini memberikan sinyal kuat bahwa sepak bola Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pelopor dalam isu sustainability. Persib dan Jubelo berharap inisiatif ini tidak hanya berhenti di satu pertandingan, melainkan menjadi standar operasional yang berkelanjutan untuk semua laga kandang. Langkah ini sekaligus menjadi jawaban atas tantangan global mengenai penanganan limbah dari event berskala besar.
