RADARCIREBON.TV – Peta persaingan medali emas cabang olahraga sepak bola putra di SEA Games 2025 yang diselenggarakan di Thailand mengalami perubahan drastis dan tak terduga. Perubahan fundamental ini dipicu oleh pengunduran diri mendadak dari Timnas U23 Kamboja pada Rabu (26/11/2025). Keputusan ini tidak hanya berdampak pada sepak bola, tetapi juga melibatkan tujuh cabang olahraga (cabor) lainnya, termasuk judo, karate, pencak silat, dan sepak takraw, yang ditarik dari keikutsertaan.
Alasan utama di balik pembatalan partisipasi massal Kamboja ini adalah kekhawatiran serius terhadap keamanan atlet dan delegasi. Melalui surat resmi yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Nasional Kamboja (NOCC), Vath Chamrouen, disampaikan bahwa ketegangan perbatasan yang masih berlangsung antara Kamboja dan negara tuan rumah, Thailand, menimbulkan tantangan signifikan dalam menjamin keselamatan para atlet. Faktor geopolitik ini secara langsung memaksa Komite Olimpiade Nasional Kamboja (NOCC) mengambil langkah drastis.
Proposal “Group of Three” dan Nasib Timnas Indonesia
Merespons penarikan Kamboja, Komite Penyelenggara SEA Games Thailand (THASOC) segera mengajukan proposal format grup baru. Direktur Jenderal Otoritas Olahraga Thailand (SAT), Kongsak Yodmanee, mengusulkan agar sisa tim didistribusikan sehingga setiap grup kini hanya berisi tiga tim (format Group of Three). Proposal ini saat ini tengah menunggu persetujuan akhir dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Baca Juga:Jadwal Kritis Maung Bandung: Final Penentu ACL 2 Kontra Bangkok United Tayang Live RCTIBojan Hodak Beri Sinyal Keras, Tiga Legiun Asing Persib Bandung Dipastikan Terdepak di Putaran Kedua!
Jika usulan ini disetujui, maka komposisi grup akan berubah total. Timnas U23 Indonesia akan ditempatkan di Grup C bersama dengan Myanmar dan Filipina. Singapura, yang semula berada di Grup C, akan dipindahkan ke Grup A untuk bergabung dengan Thailand dan Timor Leste. Sementara itu, Grup B diisi oleh Vietnam, Malaysia, dan Laos.
Dampak Langsung pada Agenda Garuda Muda
Perubahan ini memiliki implikasi besar terhadap jadwal dan strategi Timnas Indonesia U23. Pertandingan yang sebelumnya dijadwalkan melawan Singapura pada Jumat (5/12) kini resmi dibatalkan. Konsekuensinya, Garuda Muda hanya akan menjalani dua pertandingan di fase grup—melawan Myanmar dan Filipina—untuk memperebutkan tiket menuju babak knockout.
Format yang lebih ringkas ini menciptakan tekanan ganda: di satu sisi, jumlah lawan berkurang; di sisi lain, margin kesalahan menjadi sangat tipis. Setiap pertandingan kini terasa seperti laga final, karena kekalahan di salah satu duel saja dapat secara langsung mengancam kelolosan Timnas U23 Indonesia ke babak semifinal. Pelatih harus memastikan timnya mampu memaksimalkan dua pertandingan tersisa ini untuk mengamankan poin penuh.
