RADARCIREBON.TV – Rentetan jadwal padat yang dihadapi Persib Bandung sepanjang November ini memaksa skuad Maung Bandung harus segera memutar fokus 180 derajat. Belum lama kembali dari laga tandang yang melelahkan di Singapura dalam ajang Asia, perhatian tim besutan pelatih Bojan Hodak kini sepenuhnya tertuju pada pertarungan krusial di kancah domestik. Tiga poin penuh menjadi target mutlak saat mereka harus menghadapi Madura United dalam lanjutan kompetisi Super League musim 2025/2026.
Di tengah situasi yang menuntut kebangkitan cepat ini, sosok penyerang asal Prancis, Andrew Jung, kembali menjadi magnet utama. Andrew Jung tampil bak mesin gol yang sulit dihentikan sejak awal musim. Tujuh gol dalam delapan pertandingan terakhir menjadi bukti sahih efektivitas dan insting mencetak golnya, sebuah catatan yang menempatkannya sebagai salah satu ujung tombak paling subur di liga.
Ketajaman Jung ini bahkan tetap menyala saat Persib harus menelan pil pahit kekalahan tipis 2-3 dari Lion City Sailors di panggung Asia. Ia memang berhasil menyarangkan satu gol, namun hasil akhir yang mengecewakan membuat sang striker tak bisa menikmati pencapaian pribadinya. Ia secara tegas menyatakan bahwa gol tanpa kemenangan tim tidak memiliki arti apa-apa. “Saya mencetak gol, tapi kami kalah. Saya tidak senang dengan itu. Kami harus segera melupakannya. Sekarang, fokus kami total menghadapi Madura dan kami harus kembali meraih jalur kemenangan,” ujarnya, menunjukkan mentalitas juara yang ingin ia tularkan ke seluruh tim.
Baca Juga:Sentuhan Emas Cristiano Ronaldo di Tengah Duka: Hadiah Menyentuh untuk Keluarga Diogo JotaMisi Hidup Mati Persib di Asia: Hodak Siapkan Kejutan Lawan Bangkok United
Persiapan menjelang laga tandang ke Pamekasan ini diwarnai tantangan besar. Tim hanya memiliki jeda waktu sekitar tiga hari sejak mendarat dari perjalanan jauh. Kebugaran fisik pemain tentu tidak berada di level ideal, namun skuad Persib menolak menjadikan faktor kelelahan sebagai alasan.
Andrew Jung meyakini bahwa kedalaman skuad yang dimiliki Persib bisa menjadi kunci untuk mengatasi jadwal yang padat. Menurutnya, tim memiliki banyak opsi pemain yang siap diturunkan, memungkinkan adanya rotasi yang efektif. “Ini bukan masalah besar. Kami punya banyak pemain, dan kami bisa melakukan rotasi. Kami bisa melakukan apa pun yang kami inginkan,” tegasnya, menyiratkan bahwa intensitas dan ritme permainan tidak boleh luntur.
