Pedagang Sukalila Enggan Direlokasi Ke Pasar Pagi – Video

Pedagang Sukalila Enggan Direlokasi Ke Pasar Pagi
0 Komentar

Keberatan pedagang terhadap rencana relokasi ke Pasar Pagi kembali disuarakan pedagang Sukalila Selatan. Mereka menilai lokasi yang disiapkan pemerintah tidak strategis dan berpotensi menghilangkan mata pencaharian bagi para pedagang.

Inilah lokasi yang disiapkan oleh Pemkot Cirebon untuk merelokasi pedagang yang ada di bantaran Sungai Sukalila, tempatnya berada di lantai dua Pasar Pagi.

Namun, lokasi relokasi yang disediakan oleh Pemkot Cirebon menuai keberatan dari para pedagang. Pasalnya, para pedagang menilai lokasi tersebut tidak layak untuk menopang aktivitas ekonomi mereka. Dalam kunjungan ke lokasi relokasi yang disediakan pemerintah, pedagang menyatakan keberatan.

Baca Juga:Target Investasi Mencapai 3,2 Triliun Rupiah – VideoPertumbuhan Ekonomi Indramayu Dan Cirebon Terlemah – Video

Mereka menilai akses menuju lokasi kurang memadai dan tidak ada aktivitas warga yang melintas, sehingga dinilai tidak memiliki potensi ekonomi. Pedagang menyadari kesalahan serta mendukung penuh normalisasi Sungai Sukalila. Namun, pedagang berharap setelah penataan selesai, pemerintah tetap memberikan izin resmi agar mereka bisa kembali berusaha di lokasi semula.

Mereka mencontohkan Kawasan Taman Bunga dan Pasar Mambo yang beroperasi di bantaran sungai dengan legalitas yang jelas. Pedagang juga menyampaikan bahwa alternatif relokasi bisa diterima apabila berada di ruang publik yang terlihat oleh masyarakat dan wisatawan, bukan di lokasi yang dinilai tertutup dan SEP (asumsi singkatan yang disengaja).

Para pedagang meminta Pemerintah dan DPRD Kota Cirebon mempertimbangkan kembali kebijakan relokasi. Mereka menegaskan, penataan kota seharusnya tidak menghilangkan mata pencaharian warga dan berharap tidak ada gejolak di kemudian hari.

Pedagang Sukalila menunggu keputusan pemerintah terkait revisi lokasi relokasi ataupun opsi penataan ulang di kawasan lama. Mereka berharap solusi terbaik dapat dicapai tanpa mengorbankan keberlangsungan usaha mereka.

0 Komentar