RADARCIREBON.TV – Timnas Indonesia U-22 memiliki ambisi yang tinggi menjelang SEA Games 2025 di Thailand. Skuad yang dilatih oleh Indra Sjafri dianggap sebagai salah satu kelompok pemain paling menjanjikan dalam beberapa tahun terakhir. Kualitas pemain yang merata di setiap posisi meningkatkan harapan untuk bisa mempertahankan medali emas.
Keberhasilan Garuda Muda meraih medali emas di SEA Games 2023 menjadi dasar penilaian saat ini. Dalam dua tahun ke depan, generasi baru ini diperkirakan tidak kalah kuat dari generasi sebelumnya. Hampir seluruh pemain menunjukkan performa yang stabil di klub masing-masing, menciptakan persaingan yang ketat dan menjanjikan.
Tim ini tidak hanya bergantung pada bakat lokal, tetapi juga memiliki pemain yang berkarir di luar negeri. Meskipun SEA Games bukan ajang resmi FIFA dan klub tidak diwajibkan untuk melepaskan pemain, beberapa pemain yang bermain di luar negeri tetap bersedia untuk bergabung. Hal ini memberikan Indonesia bekal yang kuat untuk bersaing di Thailand.
Komposisi Skuad Makin Padu
Baca Juga:Striker Timnas Indonesia Miliano Jonathans Masuk Daftar Pemain Hadapi Real BetisLAFC Perpanjang Kontrak Adrian Wibowo hingga 2027, Tegaskan Komitmen pada Talenta Muda
Indra Sjafri memilih 23 pemain terbaik untuk mengikuti pemusatan latihan. Di posisi kiper, tiga nama dari BRI Super League 2025/2026 dipilih yakni: Cahya Supriadi (PSIM), Daffa Fasya (Borneo FC), dan M. Ardiansyah (PSM Makassar). Ketiga kiper ini dianggap memiliki kualitas refleks dan pengalaman yang memadai.
Lini depan juga mendapatkan dukungan dari dua penyerang naturalisasi, Rafael Struick dan Jens Raven, yang menambah variasi taktik Indonesia.
Empat Pemain Abroad Jadi Kekuatan Tambahan
Kehadiran empat pemain yang bermain di Eropa menjadi perhatian utama. Mereka adalah Ivar Jenner (Jong Utrecht), Dion Markx (TOP Oss), Marselino Ferdinan (AS Trencin), dan Mauro Zijlstra (FC Volendam). Keempat pemain ini membawa pengalaman bermain di level yang lebih tinggi.
Pelatih Jaya Hartono menyebutkan mereka sebagai bagian dari “generasi emas” Indonesia. “Dengan kualitas seperti ini, wajar jika kita optimis untuk meraih emas lagi. Semangat tersebut perlu dijaga oleh semua anggota tim,” katanya.
Dibandingkan Generasi 2023
Menurut Jaya Hartono, kualitas tim saat ini tidak jauh berbeda dengan skuad yang meraih medali emas di Kamboja. Perbedaannya terletak pada faktor kebersamaan. Generasi 2023 sudah terbentuk sejak persiapan Piala Dunia U-20, sedangkan tim saat ini baru mulai bersatu sejak Piala AFF U-23 dan Kualifikasi Piala Asia U-23.
