Warga dan petani tebu Desa Sumber Kulon, Majalengka, membangun pagar sekolah secara swadaya setelah permohonan bantuan tak kunjung terealisasi. Aksi gotong royong ini menghimpun Rp90 juta dan meningkatkan keamanan lingkungan belajar.
Masih dalam momentum Hari Guru Nasional 2025, masyarakat Desa Sumber Kulon menunjukkan kepedulian terhadap pendidikan. Gerakan swadaya ini digagas oleh Pemerintah Desa bersama para petani tebu kemitraan PG Jatitujuh.
Mereka berhasil membangun pagar sekolah berbahan terracotta (atau terra kota) dengan dana Rp90 juta dari sumbangan para petani tebu. Menurut Guru Kardi, kondisi sekolah sebelumnya memprihatinkan karena tanpa pagar sehingga terlihat kumuh dan tidak aman.
Baca Juga:Dewan Sahkan Perubahan Perda Pajak Daerah & Retribusi Daerah – VideoPemerintah Dan Kadin Harus Bersinergi – Video
Kepala Desa Ki Bagus Wardilah menjelaskan bahwa pengajuan pembangunan pagar sudah dilakukan berkali-kali selama lima tahun. Namun, hingga 2025 tidak ada satu pun bantuan yang terealisasi dari dinas maupun Pemerintah Kabupaten.
Sementara, dana yang terkumpul digunakan untuk membangun pagar depan dari terracotta, sedangkan sisi kiri dan kanan dibuat dari bambu karena keterbatasan anggaran. Pembangunan dilakukan secara gotong royong dan selesai masih dalam momentum Hari Guru Nasional sebagai hadiah bagi para pendidik.