Ia memberikan contoh bahwa beberapa perjalanan lain, seperti ke Surabaya dan Bali, juga berlangsung lancar berkat koordinasi yang baik. Namun, dalam beberapa pertandingan tertentu, seperti di Solo, mereka memutuskan untuk tidak berangkat karena pertimbangan keamanan dari pihak penyelenggara.
Pelatih PSIM: Tinjau Ulang KebijakanPelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, juga memberikan pengakuan terhadap suasana positif yang tercipta. Ia mengatakan bahwa kehadiran pendukung dari Jogja memberikan semangat lebih bagi tim dan memperlihatkan bahwa suporter kedua tim bisa hidup berdampingan tanpa insiden.
Ia berharap PSSI dapat mempertimbangkan kembali larangan suporter traveling jika kondisi aman seperti ini bisa terus dipertahankan. Van Gastel menekankan bahwa sepak bola pada akhirnya diperuntukkan bagi para penggemar yang ingin memberikan dukungan secara langsung kepada tim kesayangan.
Baca Juga:Alfeandra Dewangga Memulai Debut Sebagai Starter di Persib di BRI Super League 2025/2026, Bojan Hodak MenyampaGagal Berduel dengan Dean James, Miliano Jonathans Main 28 Menit dan Tampil Cukup Menjanjikan di Eredivisie
PSSI telah memberlakukan larangan suporter tandang sejak musim 2023/2024 sebagai bagian dari reformasi sepak bola nasional pascatragedi Kanjuruhan. Namun, pertandingan Persija vs PSIM memberikan indikasi bahwa perubahan kebijakan ini mungkin bisa ditinjau kembali di masa yang akan datang.
