Berkenaan dengan formasi, Indra Sjafri memiliki pilihan menggunakan 4-3-3 atau 4-2-3-1. Kedua format tersebut telah sering ia terapkan di kelompok usia sebelumnya dan memberikan keseimbangan optimal antara agresivitas dan struktur bertahan. Dengan tiga gelandang, Indonesia dapat lebih mendominasi penguasaan bola, sementara trio di depan dapat terus menekan pertahanan Myanmar. Bek sayap juga dituntut untuk aktif dalam serangan, tetapi tetap disiplin dalam transisi.
Dengan perubahan taktik yang tepat, peluang Indonesia untuk melaju ke semifinal masih terbuka. Kini semua bergantung pada bagaimana Indra Sjafri memaksimalkan potensi timnya di pertandingan penentu ini.
