Bikin Bangga!! Senam Artistik Indonesia Bangkit di Bangkok, Borong Empat Medali di Sea Games Thailand 2025!!

Abiyu
Indonesia memborong medali le at Cabor Senam Artistik Foto : disporariau IG
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Sorak kecil namun penuh makna mengiringi penampilan atlet-atlet senam artistik Indonesia di Bangkok. Di tengah dominasi negara-negara ASEAN yang mengandalkan pelatih asing dan fasilitas megah, Merah Putih justru pulang dengan kepala tegak. Empat medali, satu emas, dua perak, dan satu perunggu, menjadi bukti bahwa kerja sunyi bertahun-tahun akhirnya berbuah manis di SEA Games Thailand 2025.

Pencapaian itu bahkan melampaui target awal. Sejak awal, cabang senam artistik hanya dipatok satu emas. Namun yang terjadi di arena justru lebih dari sekadar angka. Ada cerita tentang kegigihan, regenerasi, dan keyakinan pada kekuatan sendiri.

Nama Abiyurafi menjadi sorotan utama. Atlet muda ini tampil penuh percaya diri di nomor palang tunggal putra (Men’s Horizontal Bars). Skor 13.400 yang ia raih bukan hanya mengantarkannya ke podium tertinggi, tetapi juga menyamai nilai atlet tuan rumah, Chuaisom Weerapat. Emas pun harus dibagi, namun bagi Indonesia, kilau prestasi itu terasa utuh.

Baca Juga:Update Terbaru Hari Ini Klasemen Perolehan Medali SEA Games 2025 Thailand: Indonesia di Peringkat Berapa?Lengkap! Jadwal Nomor Bowling SEA Games 2025 untuk Singles, Doubles, dan Tim

“Ini kejutan yang menyenangkan. Sejak awal kami memang menargetkan emas untuk Abiyu, dan hari ini dia membuktikannya,” ujar Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia (FGI), Ita Yuliati, usai pertandingan.

Bagi Abiyurafi, emas ini terasa istimewa. Pada SEA Games sebelumnya di Kamboja, ia harus puas dengan perak. Bangkok menjadi panggung pembuktian bahwa proses panjang yang ia jalani tidak sia-sia.

Di balik emas itu, dua perak dan satu perunggu juga lahir dari kisah yang tak kalah emosional. Aprizal Muhammad akhirnya memecah kebuntuan setelah bertahun-tahun berjuang tanpa medali emas. Di nomor rings putra, ia tampil solid dan mengamankan perak yang terasa seperti kemenangan pribadi.

Sementara itu, debutan Satria Tri Wira Yudha langsung mencuri perhatian. Tampil tanpa beban di nomor parallel bars putra, Satria menunjukkan ketenangan yang jarang dimiliki atlet muda. Perak yang ia raih menjadi sinyal kuat bahwa masa depan senam Indonesia berada di tangan yang tepat.

Satu lagi debutan, Salsabilla Hadi Pamungkas, menutup cerita indah ini lewat nomor lantai putri (Women’s Floor Exercise). Perunggu yang ia persembahkan bukan sekadar medali hiburan, melainkan penanda bahwa regenerasi di sektor putri mulai menemukan bentuknya.

0 Komentar