“Ini bukan hanya soal medali, tapi tentang proses. Regenerasi kita berjalan. Atlet-atlet muda berani tampil dan mampu bersaing,” kata Ita dengan nada bangga.
Keistimewaan lain dari pencapaian ini terletak pada satu fakta penting: Indonesia masih bertahan dengan pelatih lokal. Di saat negara-negara ASEAN lain mendatangkan pelatih asing, tim senam Indonesia tetap mempercayakan pembinaan pada putra-putri bangsa.
“Hasil ini membuktikan kualitas pelatih lokal kita. Mereka sangat mumpuni, hanya perlu pembaruan teknik dan exposure internasional,” ujar Ita.
Baca Juga:Update Terbaru Hari Ini Klasemen Perolehan Medali SEA Games 2025 Thailand: Indonesia di Peringkat Berapa?Lengkap! Jadwal Nomor Bowling SEA Games 2025 untuk Singles, Doubles, dan Tim
Kondisi pemusatan latihan nasional yang lebih kondusif, program latihan yang semakin terarah, serta pengalaman training camp di Rusia dan Jepang turut memberi dampak signifikan pada peningkatan performa atlet. Ke depan, fasilitas pelatnas di Cibubur akan dimanfaatkan secara maksimal mulai 2026 sebagai pusat persiapan jangka panjang.
Tak berhenti di SEA Games, FGI juga menatap target yang lebih tinggi. Dukungan internasional mulai terbuka, termasuk komitmen Presiden International Federation of Gymnastics (FIG), Morinari Watanabe, yang siap mengirim pelatih dari Jepang untuk mendampingi Indonesia.
“Semua ini kami siapkan untuk satu tujuan besar: membawa atlet senam Indonesia kembali ke Olimpiade, Los Angeles 2028,” tegas Ita.
Empat medali di Bangkok menjadi capaian terbaik sejak emas terakhir diraih di SEA Games Filipina 2019. Lebih dari sekadar prestasi, hasil ini adalah pengingat bahwa dengan ketekunan, kesabaran, dan keyakinan pada proses, senam artistik Indonesia mampu bangkit dan berdiri sejajar di Asia Tenggara, bahkan bermimpi lebih jauh ke panggung dunia.
