RADARCIREBON.TV – Drama menyelimuti perjalanan Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025. Datang dengan status juara bertahan, Garuda Muda justru harus angkat koper lebih cepat setelah gagal melaju dari fase grup. Kekalahan produktivitas gol dari Malaysia menjadi penutup yang pahit, sementara kemenangan 3-1 atas Myanmar pada laga terakhir tak cukup mengubah nasib. Di tengah kekecewaan besar itu, pelatih Indra Sjafri tampil ke publik dan menyampaikan permintaan maaf yang langsung memicu beragam reaksi dari netizen.
Indra Sjafri, yang kembali menangani Tim U-22 sejak September 2025, menegaskan bahwa kegagalan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya. Ia tidak menutup-nutupi evaluasi dan dengan jujur mengakui kekurangan tim selama di fase grup. “Secara teknis, saya yang paling bertanggung jawab. Saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya di area mixed zone Stadion 700th Anniversary, Chiang Mai, usai pertandingan melawan Myanmar.
Pernyataannya tersebut menjadi perbincangan hangat di media sosial. Netizen Indonesia terbelah dalam dua kubu: ada yang mengapresiasi sikap ksatria sang pelatih, namun tidak sedikit pula yang melontarkan kritik keras. Mereka menilai bahwa seharusnya Indonesia mampu tampil lebih tajam di lini depan dan tidak kehilangan poin penting di partai awal saat berhadapan dengan Filipina. Kekalahan 0-1 dari Filipina disebut sebagai titik balik yang sangat merugikan perjalanan tim.
Baca Juga:Statistik Apik dan Performa Konsisten, Jay Idzes Makin Menggoda AC MilanPrediksi AC Milan vs Sassuolo: Rossoneri Incar Kemenangan, Neroverdi Siap Beri Kejutan
Di sisi lain, gelombang dukungan juga mengalir deras. Banyak penggemar merasa bahwa Indra Sjafri tetap layak mendapatkan apresiasi karena berani berdiri paling depan untuk bertanggung jawab. Mereka juga melihat bahwa proses regenerasi dan waktu persiapan yang relatif singkat menjadi tantangan tersendiri. Kehadiran pemain-pemain muda yang baru mendapat menit bermain reguler di klub juga menjadi faktor yang memengaruhi stabilitas performa.
Tak hanya permintaan maaf, Indra juga menyebut bahwa kegagalan kali ini harus dijadikan refleksi untuk membangun tim yang lebih kuat di masa depan. Ia menekankan bahwa pengalaman pahit ini bisa menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki taktik dan mental bertanding di ajang internasional berikutnya. “Saya ingin menekankan kembali bahwa hasil ini adalah tanggung jawab saya. Tim ini punya potensi besar, mereka hanya kurang maksimal,” tambahnya.
