Masniari mencatat waktu 28,80 detik, memecahkan rekor nasional sebelumnya sekaligus memastikan medali emas. Prestasi ini mempertegas dominasinya di nomor tersebut, setelah sebelumnya juga sukses meraih emas di dua edisi SEA Games terdahulu. Dengan hasil ini, Masniari mencatat hattrick emas SEA Games, sebuah pencapaian langka di cabang renang.
Rekor nasional yang pecah ini menjadi indikator kuat bahwa pembinaan renang Indonesia berjalan ke arah yang tepat, dengan peningkatan performa yang terukur dari tahun ke tahun.
Regenerasi Atlet Muda Jadi Modal Besar Renang IndonesiaKeberhasilan lolosnya perenang muda seperti Adelia Chantika Aulia juga memberi sinyal positif soal regenerasi atlet. Di usia yang masih belia, Adelia sudah mampu bersaing di level Asia Tenggara dan tampil di panggung multi-event terbesar kawasan.
Baca Juga:Hasil Balap Sepeda SEA Games 2025: Indonesia Raih Emas ke-33 dari Time Trial Beregu PutraUpdate Klasemen Medali SEA Games 2025 Minggu 12.00 WIB: Indonesia 33 Emas, Makin Menjauh dari Vietnam!
Kehadiran atlet muda di babak final menunjukkan bahwa tim renang Indonesia tidak hanya bergantung pada nama senior, tetapi mulai memiliki kedalaman skuad yang solid. Ini menjadi modal penting, baik untuk sisa pertandingan SEA Games 2025 maupun agenda internasional berikutnya.
Dengan banyaknya wakil yang melaju ke final dan rekor nasional yang tercipta, cabang renang kembali menegaskan perannya sebagai penyumbang medali potensial bagi Indonesia. Sejumlah final masih akan berlangsung pada sesi berikutnya, dan peluang untuk menambah koleksi medali tetap terbuka.
Performa ini juga memberi kontribusi penting dalam persaingan klasemen medali SEA Games 2025, di mana Indonesia terus berupaya menjaga jarak dan menekan rival utama seperti Vietnam dan tuan rumah Thailand.
Dengan tren positif yang terus terjaga, cabang renang berpotensi menjadi salah satu penentu laju Indonesia di papan atas perolehan medali hingga akhir SEA Games 2025.
