RADARCIREBON.TV – Indonesia menutup cabang olahraga bulu tangkis SEA Games 2025 dengan kepala tegak dan dada membusung. Tim Merah Putih tampil paling dominan, paling konsisten, dan paling menentukan, memastikan diri sebagai pengumpul medali terbanyak sekaligus kekuatan utama badminton Asia Tenggara.
Tujuh emas diperebutkan di cabor bulu tangkis. Indonesia memang tidak menyapu bersih, tetapi cara Merah Putih menguasai arena membuat siapa pun tak berani membantah satu hal: Indonesia adalah poros kekuatan badminton SEA Games 2025.
Pesta emas Indonesia diawali dari nomor beregu putra. Tim yang dikomandoi kapten Sabar Karyaman Gutama tampil tanpa kompromi saat menghantam Malaysia 3-0 di partai final. Kemenangan beruntun yang dipersembahkan Alwi Farhan, Sabar/Moh Reza Pahlevi Isfahani, dan Moh Zaki Ubaidillah bukan sekadar angka di papan skor, melainkan pernyataan dominasi. Malaysia dibuat tak berkutik, Indonesia merebut emas dengan penuh wibawa.
Baca Juga:Update Klasemen Medali Sea Games 2025 Pukul 21.00 WIB, Indonesia Salip Vietnam, Unggul 1 Medali EmasUpdate Klasemen Sea Games 2025 Pukul 19.00 WIB, Indonesia Tambah Dua Emas Dari Panjat Tebing
Momentum emas berlanjut di sektor tunggal putra, bahkan dengan nuansa yang lebih simbolik. Alwi Farhan dan Moh Zaki Ubaidillah sama-sama memastikan tiket final usai menang di semifinal, menghadirkan final sesama Indonesia. Di laga puncak, Alwi tampil lebih matang dan tajam, membalikkan keadaan untuk menang 13-21, 21-8, 21-12. Emas kedua Indonesia pun tak bisa diganggu gugat.
Dominasi Merah Putih kian menegaskan diri di nomor ganda putra. Duet Sabar/Reza tampil dingin dan efisien saat menghadapi pasangan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Dua gim langsung, 21-14 dan 21-17, menjadi bukti bahwa Indonesia masih memiliki kedalaman dan kualitas kelas atas di sektor ini. Emas ketiga pun resmi diamankan.
Indonesia mengakhiri badminton SEA Games 2025 dengan tiga emas, tiga perak, dan empat perunggu, sejajar emas dengan Thailand, namun unggul secara keseluruhan raihan medali. Thailand hanya mampu mengumpulkan dua perak dan satu perunggu, tertinggal di belakang Indonesia dalam konsistensi prestasi.
Tiga perak Indonesia datang dari beregu putri, Febriana Dwipuji Amalia/Meilysa Trias Puspitasari di ganda putri, serta Ubed di tunggal putra. Sementara empat perunggu diraih Putri Kusuma Wardani, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, serta Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum.
