Aktivitas di Desa Jemaras Kidul Kabupaten Cirebon lumpuh akibat banjir luapan sungai yang limpas hingga ke jalan poros, dan selama 12 jam tak kunjung surut.
Aktivitas masyarakat di Desa Jemaras Kidul, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon lumpuh, akibat banjir limpasan sungai yang merendam jalan poros dan memutus akses dari dua arah. Banjir dengan ketinggian 40 sampai dengan 80 sentimeter. Sejak Minggu dini hari, 14 Desember 2025, kondisi ketinggian air tertahan bahkan selama 12 jam banjir tak kunjung surut.
Selain memutus Akses Jalan Poros Nyi Endang Geulis penghubung Kecamatan Klangenan Panguragan, banjir juga mengepung hampir separuh pemukiman warga, dan yang terdampak banjir di Desa Jemaras Kidul ditaksir mencapai dua ratus kepala keluarga. Banjir di Desa Jemaras Kidul ini dikategorikan menjadi yang terbesar, karena lamanya genangan dan banyaknya masyarakat terdampak.
Baca Juga:Program Ketahanan Pangan Di Dalam Rutan Akan Dikembangkan – VideoPKL Sukalila Ramai-Ramai Datangi Kantor Satpol PP – Video
Kuwu Jemaras Kidul Isgiantoro menjelaskan, tidak adanya drainase jalan dan tingginya sedimentasi irigasi membuat dampak banjir semakin parah. Bahkan aktivitas masyarakat pun terhenti, karena banjir yang membuat mobilisasi lumpuh.
Sementara, banjir yang merendam akses poros di Desa Jemaras Kidul ini dipastikan akan memperparah kerusakan infrastruktur jalan yang belum dibetonisasi. Kuwu Jemaras Kidul mendesak Pemerintah Daerah dan BBWS Cimanuk Cisanggarung, untuk melakukan normalisasi aliran sungai dan irigasi, agar bencana banjir besar tidak selalu menghantui masyarakat.