Borneo FC Samarinda Tak Mau Terjebak Tren Negatif di BRI Super League 2025/26

Borneo FC
Foto: Instagram resmi Borneo FC
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Musim ini berjalan sangat kuat bagi Borneo FC Samarinda di BRI Super League 2025/26. Tim berjuluk Pesut Etam awalnya tampil dominan dan sempat melesat sebagai salah satu favorit juara setelah meraih rentetan kemenangan panjang hingga 11 pertandingan tanpa kalah di kompetisi domestik. Catatan ini membuat Borneo FC menikmati momentum positif dan memimpin klasemen dengan raihan poin yang nyaman. 

Namun, dalam beberapa laga terakhir performa tim mulai mendapat tekanan. Borneo mulai kehilangan tren kemenangan mereka setelah dua kekalahan beruntun — pertama kalah tipis dari Bali United 1-0, kemudian takluk melawan Persib Bandung dengan skor 1-3. Kekalahan tersebut sekaligus memutus rentetan kemenangan impresif di awal musim dan menjadi catatan minor pertama tim sejak seri ini bergulir. 

Evaluasi dan Fokus pada Konsistensi

Manajemen dan staf pelatih Borneo FC menyadari bahwa awal musim yang luar biasa belum tentu menjamin keberhasilan hingga akhir kompetisi. Pelatih Fabio Lefundes bersama jajaran pelatihnya menekankan bahwa tim tidak boleh terlena oleh hasil positif semata. Ia menyebut bahwa BRI Super League adalah kompetisi panjang yang menuntut konsistensi — bukan sekadar empat atau lima kemenangan berturut-turut. Evaluasi internal terus dilakukan untuk memperbaiki kelemahan, terutama setelah dua hasil buruk yang mereka alami. 

Baca Juga:Usai Kalahkan Persib 2-0, Malut United Dituntut Tunjukkan Konsistensi di BRI Super League 2025/26SEA Games 2025: 9 Perenang Indonesia Lolos ke Final, Asa Medali Renang Meningkat

Lefundes menegaskan bahwa meskipun Borneo FC masih berada di puncak klasemen dengan koleksi poin kuat, setiap laga memiliki tekanan baru. Termasuk menghadapi tim-tim papan tengah dan papan bawah yang selalu ingin memberi kejutan saat bertandang ke Stadion Segiri. Untuk itu, ia meminta pemain tetap fokus pada strategi dan disiplin permainan demi mempertahankan posisi di papan atas klasemen. 

Persepsi Pemain dan Tantangan Taktik

Pemain Borneo FC juga merasakan tekanan ketika tren negatif mulai muncul. Bek sayap Fajar Fathur Rahman menyampaikan bahwa kekalahan yang terjadi menjadi bahan introspeksi bagi seluruh skuad. Menurutnya, tim belum menunjukkan level konsistensi terbaiknya, terutama dalam situasi ketika harus menghadapi pola serangan lawan yang bervariasi. Namun, ia yakin dengan semangat yang dimiliki klub — termasuk dukungan suporter Pusamania — Borneo FC mampu bangkit di laga selanjutnya. 

0 Komentar