Kegagalan SEA Games 2025: Gelar Juara Bertahan Melemah, Jejak Shin Tae-yong Semakin Terasa

Shin tae yong
sebuah kegagalan yang membuat jejak Shin Tae-yong semakin terasa bagi publik. Foto: Instagram @shintaeyong7777
0 Komentar

Sebelum kejadian yang menyakitkan di SEA Games 2025, Indonesia sudah mengalami tiga kegagalan lain yang membuat hati para pendukung terasa tersayat. Yang pertama adalah kegagalan Timnas U-23 Indonesia di Piala AFF U-23 2025. Dilatih oleh pelatih Belanda, Gerald Vanenburg, skuad ini berhasil meraih tiket ke final setelah mengalahkan beberapa tim kuat, namun gagal meraih juara setelah kalah dari Vietnam di laga penentuan juara dengan skor yang membuat hati tersedih. Kedua, Timnas Indonesia senior juga gagal dalam misi mereka di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dibawah kepemimpinan pelatih Belanda, Patrick Kluivert, skuad senior yang penuh harapan menjadi juru kunci yang mengakhiri perjalanan mereka di ronde keempat kualifikasi – sebuah hasil yang jauh dari harapan publik yang tengah bangga dengan perkembangan sepak bola negara.

Ketiga, Timnas U-23 Indonesia juga gagal lolos ke Piala Asia U-23 2026 yang akan digelar tahun depan. Bersama Vanenburg kembali sebagai pelatih, mereka berjuang keras di fase kualifikasi namun hanya mampu menempati posisi kedua di grup mereka. Lebih parahnya, skuad ini juga tidak layak masuk jajaran tim runner-up terbaik yang berhak lolos ke turnamen utama, membuat harapan untuk tampil di panggung regional yang lebih besar juga sirna.

Dengan penambahan kegagalan terbaru di SEA Games 2025, jelas terlihat bahwa tahun ini menjadi periode yang paling sulit dan penuh cobaan bagi para pencinta sepak bola Tanah Air. Setiap harapan yang terbangkitkan dari hasil pertandingan sebelumnya selalu berakhir dengan kekecewaan yang sama, dan jejak keberhasilan yang dibangun dengan susah payah oleh Shin Tae-yong seolah semakin memudar seiring berjalannya waktu. Banyak yang mulai bertanya-tanya tentang arah kebijakan sepak bola nasional dan kesiapan pelatih serta pemain untuk menghadapi tantangan di level regional. Sungguh benar bahwa tahun ini menjadi tahun yang berat bagi para pecinta sepak bola Indonesia.

0 Komentar