Update Raihan Medali Sea Games 2025, Wushu Indonesia Jadi Juara Umum Asean!

Atlet Wushu Indonesia
Indonesia berhasil menjadi juara umum Wushu di Sea Games 2025 Foto : kemenpora.go.id
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Malam di Thung Song Hong, Bangkok, terasa lebih panjang dari biasanya. Lampu-lampu di The Government Complex Building C menyinari arena wushu yang perlahan lengang. Namun bagi Timnas Wushu Indonesia, malam itu justru menjadi puncak dari perjalanan yang penuh keringat, luka, dan keyakinan yang tak pernah padam. Di negeri orang, Merah Putih kembali berkibar, bukan sekali, melainkan berulang kali, menegaskan satu hal: Indonesia masih raja wushu Asia Tenggara.

SEA Games 2025 Thailand menjadi saksi bagaimana Edgar Xavier Marvelo dan rekan-rekannya menulis ulang cerita kejayaan. Target awal tiga medali emas bukan hanya terlampaui, tetapi dilampaui dengan cara yang nyaris dramatis. Di hari terakhir pertandingan, Senin (15/12), Indonesia secara mengejutkan menyabet empat medali emas dan satu perunggu, sebuah ledakan prestasi yang memastikan gelar juara umum tetap berada di tangan Merah Putih.

Satu per satu emas itu datang seperti babak-babak klimaks dalam sebuah kisah besar. Patricia Geraldine membuka jalan. Di nomor gabungan Changquan, Jianshu, dan Qiangshu, ia tampil nyaris tanpa cela. Gerakannya tegas, napasnya terkontrol, ekspresinya dingin, namun di balik itu ada getar emosi yang nyaris tumpah. Ini adalah debut Patricia di multi event internasional, dan panggung SEA Games ia jawab dengan emas.

Baca Juga:Malaysia Tuan Rumah SEA Games 2027: Keuntungan Tuan Rumah, Ancaman Serius bagi IndonesiaUpdate Hasil Sea Games , 15 Desember Pukul 15.00 WIB: Indonesia Kumpulkan 46 Emas, Makin Menjauh Dari Vietnam

“Saya senang dan terharu bisa menyumbangkan medali emas untuk Indonesia,” ucapnya lirih, mata masih berkaca-kaca. Kalimat sederhana itu terasa berat, karena di baliknya ada tahun-tahun latihan sunyi yang jarang disorot kamera.

Emas berikutnya datang dari nomor tim duilian tangan kosong, saat trio Ahmad Ghifari Fuaiz, Ahmad Ghozali Fuaiz, dan Terrence Tjahyadi bergerak dalam harmoni sempurna. Setiap ayunan tangan dan hentakan kaki seolah menyatu dalam satu bahasa yang sama: disiplin. Mereka bukan hanya tampil rapi, tetapi juga memancarkan kepercayaan diri sebuah tim yang tahu persis untuk apa mereka datang ke Thailand.

Namun drama sesungguhnya tersaji di nomor sanda. Di kelas 56 kilogram putri, Tharisa Dea Florentina tampil seperti petarung yang tak memberi ruang kompromi. Sejak ronde pertama, ia bermain agresif. Pukulan bersih, tendangan telak, dan kontrol ritme membuat lawan tak sempat mengembangkan strategi. Skor 2-0 menutup pertandingan, sekaligus memastikan emas kembali ke genggaman atlet yang pernah berdiri di podium tertinggi SEA Games sebelumnya.

0 Komentar