Petugas gabungan mengevakuasi ibu dan bayi yang baru dilahirkan yang terdampak banjir. Proses evakuasi berlangsung dramatis lantaran sang ibu sempat enggan dievakuasi karena masih kesakitan pasca operasi sesar.
Petugas gabungan dari TNI–Polri, BPBD, dan Tagana mendatangi rumah warga terdampak banjir di Desa Panguragan Kulon, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon. Di dalam rumah, petugas menemukan ada ibu dan bayi yang masih bertahan di tengah rumah yang sudah terendam dan terkepung banjir setinggi 80 sentimeter.
Petugas sempat membujuk sang ibu bayi untuk dievakuasi, karena banjir yang terjadi berpotensi tergenang lama dan rawan menyebabkan penyakit.
Baca Juga:Sampah Cemari Ruas Jalan Cirebon Palimanan – VideoPetugas BPBD Evakuasi Lansia – Video
Sang ibu memilih bertahan di rumah karena kondisi fisiknya yang masih lemah dan belum memungkinkan bergerak pasca operasi sesar.
Meski kondisi rumahnya dingin dan lembab karena tergenang banjir, ibu bayi tak mengetahui hal tersebut berpotensial mengganggu kesehatan bayinya. Namun, saat petugas memberikan penjelasan, sang ibu bayi akhirnya luluh dan mau dipindahkan ke rumah tetangganya yang tak terdampak banjir.
Sementara, upaya evakuasi terhadap ibu dan bayi ini dilakukan agar kondisi keduanya tetap dalam keadaan baik dan sehat.
Hingga menjelang Senin sore tadi, air masih merendam dua desa di Kecamatan Panguragan. Lokasi yang berada di titik rendah membuat genangan banjir tidak mengalir dan waktu surut menjadi lebih lama. Terlebih, buruknya sistem drainase membuat air bertahan hingga dua hari di dua desa ini.