Di sektor penyerangan, dua nama menjadi sorotan utama. Ada Rafael Struick, pemain Dewa United yang datang dengan ekspektasi tinggi. Sayangnya, performa Struick di Thailand bisa dibilang di bawah standar. Meskipun kerap merepotkan pertahanan lawan dengan dribblingnya, kontribusi gol atau assist yang dinantikan belum terwujud maksimal. Momen ini menjadi kesempatan terbaik bagi Struick untuk membayar tuntas kepercayaan tersebut saat Dewa United menjamu Persis Solo. Publik berharap ia mampu menemukan kembali ketajamannya di hadapan suporter klubnya.
Terakhir, sorotan tertuju pada Jens Raven, striker jangkung yang juga membela Bali United. Raven memang hanya diturunkan pada pertandingan kedua melawan Myanmar. Namun, ia menjelma menjadi pahlawan dengan memborong dua gol, atau brace, di menit-menit akhir. Dua gol penting tersebut sayangnya belum mampu meloloskan Timnas U-22. Ketajaman yang ia perlihatkan dalam waktu bermain yang terbatas ini menegaskan bahwa Raven adalah mesin gol yang siap diandalkan. Bali United tentu akan kembali menaruh harapan besar di pundaknya saat mereka bertandang ke markas PSBS Biak.
Empat bintang muda ini, bersama rekan-rekan mereka yang lain, kini harus menutup lembaran SEA Games 2025 dan menjadikan kegagalan tersebut sebagai lecutan semangat. Panggung BRI Super League adalah tempat mereka sesungguhnya untuk membuktikan bahwa meskipun gagal membawa medali, kualitas dan potensi mereka sebagai masa depan sepak bola Indonesia tak perlu diragukan lagi.
