RADARCIREBON.TV – Persib Bandung masih harus bersabar untuk mengetahui lawan mereka di babak 16 besar AFC Champions League 2 (ACL 2) musim 2025/2026. Meski demikian, peta kekuatan calon rival Maung Bandung mulai terlihat seiring hampir rampungnya fase grup kompetisi antarklub Asia level kedua tersebut.
Sebagai juara grup zona timur, Persib dipastikan akan berhadapan dengan tim yang finis sebagai runner-up dari grup lain. Sejumlah klub dari kawasan Asia Tenggara hingga Asia Timur kini muncul sebagai kandidat kuat calon lawan wakil Indonesia tersebut.
Dari Vietnam, Cong An Hanoi menjadi salah satu tim yang patut diwaspadai. Klub yang identik dengan permainan cepat dan agresif ini dikenal solid dalam transisi menyerang. Cong An Hanoi juga kerap tampil kompetitif di level Asia dalam beberapa musim terakhir, dengan kekuatan kolektivitas yang sulit diremehkan.
Baca Juga:Rekap Medali Indonesia SEA Games 2025 per Cabang Olahraga: Cabor Unggulan Masih Dominan, Prestasi Kian MerataDaftar Cabor yang Disambut Hangat Usai SEA Games 2025: Apresiasi Tak Lagi Hanya untuk Peraih Emas
Ancaman juga datang dari Thailand melalui Ratchaburi dan Bangkok United. Ratchaburi dikenal sebagai tim yang mengandalkan disiplin taktik serta kekuatan fisik, terutama saat bermain dengan tempo tinggi. Sementara itu, Bangkok United memiliki pengalaman lebih matang di kompetisi Asia. Klub ibu kota Thailand tersebut dikenal memiliki lini tengah kreatif dan kualitas individu pemain asing yang kerap menjadi pembeda dalam laga-laga krusial.
Dari Asia Timur, nama Pohang Steelers menjadi calon lawan dengan reputasi paling mentereng. Wakil Korea Selatan ini merupakan salah satu klub tersukses di kawasan Asia, dengan tradisi kuat di AFC Champions League. Pohang dikenal memiliki organisasi permainan yang rapi, pressing ketat, serta mental bertanding yang sudah teruji di level internasional.
Jika melihat rekam jejak di kompetisi Asia, Pohang Steelers bisa disebut sebagai tantangan terberat bagi Persib Bandung. Pengalaman panjang dan kultur kompetisi yang matang membuat klub asal Korea Selatan itu selalu menjadi lawan sulit bagi tim Asia Tenggara. Namun, bukan berarti calon lawan lain lebih mudah dihadapi. Klub-klub Thailand dan Vietnam kerap menyulitkan wakil Indonesia dengan gaya bermain cepat dan efisien.
Bagi Persib Bandung, kekuatan utama terletak pada konsistensi permainan, kedalaman skuad, serta dukungan besar Bobotoh. Dengan persiapan matang dan strategi tepat, Maung Bandung memiliki peluang untuk bersaing dan melangkah lebih jauh di ACL 2 musim ini.
