Banjir Berdampak Kepada Pekerja Informal & UMKM – Video

Banjir Berdampak Kepada Pekerja Informal & UMKM
0 Komentar

Banjir yang terjadi berulang kali di sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon tidak hanya menimbulkan kerugian materiil. Dampak sosial dan ekonomi warga pun kian terasa, terutama bagi pekerja sektor informal dan usaha kecil yang kehilangan sumber penghasilan. ‎ ‎

Banjir yang kerap terjadi berulang di sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon, menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah, BPBD Kabupaten Cirebon, berdampak terhadap sosial dan ekonomi masyarakat, terutama pekerja informal. Aktivitas mereka terhenti, sehingga tidak dapat bekerja seperti biasanya dan kehilangan pendapatan harian. ‎ ‎

Selain itu, sejumlah warung dan usaha kecil di wilayah terdampak, seperti di kawasan Wanakaya, juga tidak dapat beroperasi. Kondisi ini menambah beban ekonomi masyarakat, terutama saat banjir terjadi secara berulang. ‎ ‎

Baca Juga:Dinas Perpustakaan Kab. Cirebon Dorong Minat Baca Masyarakat – VideoJigus Tekankan Pentingnya Pembinaan Atlet dan Cabor – Video

Beberapa warga terpaksa melakukan perbaikan secara mandiri akibat rumah dan lingkungan mereka terendam air. ‎ ‎

Menyikapi dampak tersebut, BPBD Kabupaten Cirebon mulai mendorong koordinasi dan sinergi antarwilayah, terutama dengan daerah hulu, mengingat aliran air tidak mengenal batas administrasi. ‎

Koordinasi juga dilakukan dengan BPBD daerah sekitar, termasuk wilayah perbatasan, untuk memastikan upaya mitigasi di hulu tidak menimbulkan dampak di wilayah hilir. ‎ ‎

Dalam jangka panjang, BPBD mengandalkan program Desa Tangguh Bencana atau Destana. Program ini membentuk struktur penanggulangan bencana di tingkat kecamatan, yang menjadi ujung tombak informasi, validasi kejadian, serta pendataan kerugian sosial dan ekonomi warga. ‎ ‎

Pascabencana, tim ini akan membantu BPBD melakukan asesmen dampak, baik secara materiil, sosial, maupun ekonomi, sehingga penanganan dapat lebih tepat sasaran.

‎Tak hanya itu, BPBD juga mulai menyiapkan skema penanganan dampak psikologis warga, melalui kerja sama dengan organisasi profesi kesehatan, khususnya dokter spesialis kesehatan jiwa dan psikolog. ‎‎

Langkah ini ditempuh mengingat banjir, meski terjadi dalam waktu singkat, dapat menimbulkan trauma, terutama bagi warga yang kehilangan harta benda atau mengalami kekhawatiran berulang saat hujan deras. ‎ ‎Ke depan, BPBD merencanakan penanganan trauma healing lebih terstruktur agar dampak sosial dan psikologis akibat banjir dapat diminimalisir.

0 Komentar