Lantas, apakah hanya itu saja prestasi Herdman? Sebelum melatih di Kanada, Herdman sempat melatih di Timnas Putri Selandia Baru pada 2006. Di sana, Herdman membawa Timnas Putri U20 lolos ke Piala Dunia U20 untuk pertama kalinya pada tahun 2006.
Kemudian di level timnas senior, Herdman membawa Timnas Putri Selandia Baru lolos ke Piala Dunia 2007 dan 2011 serta Olimpiade 2008. Atas prestasinya itu Herdman diganjar penghargaan sebagai New Zealand Football Coach of the Year 2006 dan 2008.
Berikutnya bersama Timnas Indonesia, tantangan bagi Herdman tentu saja adalah membawa tim lolos ke Piala Dunia 2030 dan lolos ke perempat final Piala Asia 2027. Tapi, suka atau tidak, Herdman juga harus bisa merebut kepercayaan suporter yang selama ini sudah jatuh cinta pada sosok Shin Tae-yong.
Baca Juga:Jadwal Lazio vs Napoli Liga Italia 2026: 4 Januari Pukul 18.00 WIB, Siaran Langsung Vidio dan Champions TV 3Jadwal PSIM Yogyakarta vs Semen Padang Super League 2026: Prediksi Susunan, Head to Head dan Link Streaming
Pelatih berkebangsaan Korea Selatan itu memang belum bisa memberikan trofi apapun selama melatih Timnas Indonesia mulai 2019-2025. Tapi ia bisa membangun dasar bagi timnas dan menciptakan beberapa sejarah.
Misalnya saja, untuk pertama kalinya Timnas Indonesia lolos dari babak grup di Piala Asia pada tahun 2024. Timnas senior juga ia bawa melaju jauh hingga ronde 3 WCQ 2026. Kemudian bersama Timnas U23, STY membawa tim lolos untuk pertama kalinya ke Piala Asia U23 tahun 2024.
Tidak hanya itu, Timnas U23 ia bawa terbang tinggi mengalahkan tim-tim seperti Australia dan Korea Selatan untuk menjadi juara 4 di akhir turnamen. Sayang, jalan ke Olimpiade 2024 saat itu terputus karena dihentikan Guinea di babak playoff.
Bersama Timnas Korea Selatan, STY juga pernah membawa negaranya lolos ke Piala Dunia 2018. Satu prestasi besar STY saat itu adalah memimpin timnya mengalahkan Jerman 2-0 di babak grup.
Bagaimana dengan Kluivert? Harus diakui bahwa hasil yang diraih Kluivert bersama Timnas Indonesia tidak ada yang perlu dibanggakan. Ia gagal meneruskan kerja bagus STY pada ronde 1-3 babak kualifikasi Piala Dunia 2026. Keputusan PSSI memecat STY dan menujuk Kluivert sebagai pengganti pada awal 2025 lalu terbukti sebagai sebuah kesalahan.
Kluivert hanya memimpin Timnas Indonesia di enam laga kualifikasi ronde 3-4. Hasilnya, Indonesia meraih dua kemenangan di kandang, kalah empat kali di semua laga tandang, hanya mencetak lima gol dengan tiga gol di antaranya dari titik penalti, serta kebobolan 15 gol.
