RADARCIREBON.TV- Musim liburan selalu menjadi momen yang dinanti banyak orang.
Waktu berkumpul bersama keluarga, bepergian ke luar kota, hingga memanjakan diri setelah rutinitas panjang menjadi alasan utama meningkatnya mobilitas masyarakat. Namun di balik euforia liburan, tidak sedikit yang justru menghadapi kenyataan pahit: rencana jalan-jalan sudah tersusun, tetapi kondisi keuangan belum sepenuhnya siap.
Fenomena “liburan tapi kocek kosong” bukan hal baru di Indonesia. Kenaikan harga tiket transportasi, biaya akomodasi, hingga kebutuhan konsumsi selama liburan kerap membuat pengeluaran membengkak. Di tengah kondisi tersebut, sebagian masyarakat mulai melirik solusi cepat berupa pinjaman dana, termasuk layanan pinjaman yang ditawarkan oleh bank milik negara seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Baca Juga:Bukan Soal Uang, Bukan Pula Soal Prestasi: Inilah Alasan Sebenarnya Rodrygo Siap Tinggalkan Real MadridRadar Galacticos Menyala: Aleksandar Stankovic, Permata Muda Club Brugge yang Diam-Diam Menggoda Real Madrid
Tekanan Finansial di Musim Liburan
Menurut pengamatan sejumlah pelaku industri keuangan, permintaan kredit konsumtif cenderung meningkat menjelang musim liburan panjang, seperti libur sekolah, Idul Fitri, atau akhir tahun. Kebutuhan dana yang mendesak membuat masyarakat mencari akses pembiayaan yang prosesnya cepat, persyaratan mudah, dan dinilai relatif aman.
Namun, keputusan mengajukan pinjaman untuk keperluan liburan kerap menuai perdebatan. Di satu sisi, pinjaman dapat membantu merealisasikan rencana yang tertunda. Di sisi lain, jika tidak dikelola dengan bijak, utang justru bisa menjadi beban finansial jangka panjang setelah liburan usai.
BRI dan Akses Pinjaman yang Relatif Mudah
Sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, BRI memiliki berbagai produk pinjaman yang menyasar segmen masyarakat luas, mulai dari pekerja formal, pelaku UMKM, hingga pensiunan. Produk seperti Kredit Tanpa Agunan (KTA), pinjaman multiguna, hingga fasilitas kredit digital melalui aplikasi BRImo menjadi opsi yang kerap dipertimbangkan nasabah saat membutuhkan dana cepat.
Keunggulan utama pinjaman di bank seperti BRI terletak pada legalitas dan pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini memberikan rasa aman bagi nasabah dibandingkan pinjaman ilegal yang marak beredar, terutama di platform digital. Proses pengajuan yang kini semakin terdigitalisasi juga mempermudah masyarakat tanpa harus bolak-balik ke kantor cabang.
•Kemudahan Bukan Berarti Tanpa Risiko
