Meski menawarkan kemudahan, pinjaman bank tetap memiliki konsekuensi yang harus dipahami sejak awal. Setiap dana yang dipinjam akan disertai kewajiban pengembalian dalam bentuk cicilan bulanan, lengkap dengan bunga dan biaya administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Pakar perencanaan keuangan mengingatkan bahwa pinjaman konsumtif idealnya digunakan untuk kebutuhan produktif atau mendesak, bukan sekadar memenuhi gaya hidup. Liburan memang penting untuk kesehatan mental, tetapi jika dibiayai dengan utang tanpa perhitungan matang, risiko tekanan keuangan di kemudian hari menjadi lebih besar.
•Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Mengajukan Pinjaman
Sebelum memutuskan mengajukan pinjaman cepat, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
1. Kemampuan Membayar Cicilan
Baca Juga:Bukan Soal Uang, Bukan Pula Soal Prestasi: Inilah Alasan Sebenarnya Rodrygo Siap Tinggalkan Real MadridRadar Galacticos Menyala: Aleksandar Stankovic, Permata Muda Club Brugge yang Diam-Diam Menggoda Real Madrid
Pastikan cicilan bulanan tidak melebihi porsi aman dari penghasilan. Idealnya, total cicilan utang tidak lebih dari 30 persen pendapatan rutin.
2. Tujuan Penggunaan Dana
Evaluasi kembali apakah liburan yang direncanakan benar-benar harus dilakukan saat ini, atau bisa ditunda hingga kondisi keuangan lebih stabil.
3. Tenor dan Bunga Pinjaman
Tenor yang lebih panjang memang membuat cicilan lebih ringan, tetapi total bunga yang dibayarkan bisa lebih besar. Pahami simulasi kredit secara menyeluruh.
4. Kondisi Keuangan Pasca-Liburan
Liburan akan berakhir, tetapi cicilan tetap berjalan. Pastikan kondisi keuangan setelah liburan masih mampu menopang kewajiban tersebut.
5. Alternatif Selain Berutang
Bagi masyarakat yang ingin tetap menikmati liburan tanpa harus berutang, ada beberapa alternatif yang bisa dipertimbangkan. Misalnya dengan memilih destinasi lokal berbiaya rendah, memanfaatkan promo transportasi, atau mengatur liburan singkat tanpa menginap.
Perencanaan keuangan jangka panjang juga menjadi kunci. Menyisihkan dana liburan sejak jauh hari melalui tabungan khusus dapat mengurangi ketergantungan pada pinjaman. Cara ini memang membutuhkan disiplin, tetapi lebih aman bagi kesehatan finansial.
•Pinjaman sebagai Alat, Bukan Solusi Utama
Pinjaman bank, termasuk yang ditawarkan BRI, pada dasarnya adalah alat bantu keuangan. Jika digunakan secara bijak dan terencana, pinjaman bisa membantu mengatasi kebutuhan dana mendesak. Namun jika digunakan tanpa perhitungan matang, utang justru berpotensi menimbulkan masalah baru.
Baca Juga:Alarm Dini di Lini Belakang Blaugrana: Hansi Flick Isyaratkan Barcelona Masih Kekurangan BekDari Venezia ke Old Trafford? Jay Idzes Masuk Radar Manchester United, Realistis atau Sekadar Wacana
Musim liburan seharusnya menjadi momen menyenangkan, bukan awal dari stres finansial berkepanjangan. Oleh karena itu, keputusan mengajukan pinjaman perlu didasari pertimbangan rasional, bukan semata dorongan emosional.
