RADARCIREBON.TV – Dunia sepak bola tanah air baru saja dikejutkan dengan penunjukan resmi John Herdman sebagai nakhoda baru Timnas Indonesia. Pelatih asal Inggris yang punya reputasi mentereng bersama timnas Kanada ini tidak datang untuk sekadar bertamasya. Di pundaknya, PSSI telah menitipkan sebuah misi besar yang sudah puluhan tahun menjadi duri dalam daging bagi publik sepak bola nasional. Agenda besar di tahun 2026 sudah menanti, dan ada satu fokus utama yang disebut-sebut sebagai tugas paling berat sekaligus paling dinanti: menaklukkan turnamen yang selama ini dianggap “keramat” bagi skuad Garuda.
Piala AFF, atau yang kini secara resmi dikenal sebagai ASEAN Championship, menjadi panggung pembuktian pertama bagi Herdman. Bagi banyak orang, turnamen ini mungkin terlihat hanya berskala regional, namun bagi Indonesia, ini adalah ujian mental yang luar biasa. Bagaimana tidak? Sejak kompetisi ini digulirkan hampir tiga dekade lalu, Indonesia belum pernah sekalipun mencicipi manisnya gelar juara. Kita seolah terjebak dalam kutukan spesialis posisi kedua, dengan koleksi enam gelar runner-up yang menyakitkan. Inilah yang menjadikan trofi AFF sebagai target keramat yang harus segera dipecahkan oleh tangan dingin Herdman.
Herdman datang dengan modal kepercayaan diri tinggi. Ia melihat adanya kemiripan antara potensi pemain Indonesia dengan skuad Kanada yang pernah ia bawa bangkit hingga menembus Piala Dunia. Baginya, bakat-bakat di Indonesia sangat melimpah, namun membutuhkan sentuhan taktik dan pembangunan mentalitas yang lebih solid. Keuntungan besar bagi Herdman pada edisi 2026 nanti adalah jadwal turnamen yang mengalami pergeseran ke tengah tahun. Hal ini membuka peluang besar bagi para pemain Indonesia yang merumput di liga-liga Eropa untuk bisa bergabung dan memperkuat tim secara penuh, sebuah kemewahan yang jarang didapatkan pada edisi-edisi sebelumnya.
Baca Juga:Arus Keberuntungan Mengalir Deras, Cek Daftar Zodiak di Hari Minggu 4 Januari 2026 yang Mendadak MujurTransformasi Diri Seutuhnya: 10 Cara Glow Up yang Lebih Bermakna di 2026
Namun, tantangan Herdman bukan hanya soal taktik di atas lapangan. Ia harus berhadapan dengan ekspektasi publik yang sangat tinggi serta jadwal pertandingan yang sangat padat sepanjang tahun 2026. Mulai dari ajang FIFA Series, laga persahabatan internasional, hingga tanggung jawabnya memimpin tim U-23 di Asian Games. Pelatih berusia 50 tahun ini harus mampu meramu skuad yang tangguh di tengah tekanan besar. Jika ia berhasil membawa pulang trofi AFF ke tanah air, maka ia bukan sekadar pelatih asing biasa, melainkan sosok yang berhasil memecahkan kebuntuan sejarah dan mengakhiri penantian panjang seluruh rakyat Indonesia. Mari kita nantikan, apakah tangan dingin sang pelatih mampu mengubah nasib Timnas Indonesia di tahun 2026 nanti.
