Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon memberikan klarifikasi terkait insiden tayangan tidak pantas yang sempat muncul di SD Luwung Kencana. Kepala Dinas Pendidikan menegaskan, kejadian tersebut tidak dilakukan secara sengaja oleh pihak sekolah.
Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon membenarkan adanya insiden tayangan konten tidak pantas di SD Luwung Kencana. Kejadian tersebut terjadi pada dua puluh dua Desember dua ribu dua puluh lima lalu, saat kegiatan belajar mengajar telah selesai dan guru-guru sedang melakukan pengerjaan rapor.
Pada saat itu, siswa sedang menonton tayangan edukatif menggunakan perangkat interaktif di dalam kelas dengan pengawasan guru. Namun dalam proses tersebut, salah satu siswa melakukan pencarian sendiri melalui fitur mesin telusur, yang menyebabkan munculnya gambar tidak pantas.
Baca Juga:Ribuan Penumpang Kembali Ke Jakarta Usai Libur Nataru – VideoPJU Ornamen Khas Cirebon Lebih Percantik Wajahnya Kota – Video
Dari kronologi yang tercatat, guru kemudian menyadari kejadian tersebut dan langsung menutup aplikasi serta tayangan. Menurut Dinas Pendidikan, tayangan tersebut belum sempat ditonton oleh siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, menegaskan kejadian ini merupakan ketidaksengajaan dan menjadi evaluasi dalam pengawasan penggunaan teknologi di sekolah.
Ke depan, Dinas Pendidikan akan memperketat pengawasan penggunaan perangkat pembelajaran berbasis teknologi. Sekolah juga diminta untuk meningkatkan pengawasan guru, serta mengaktifkan sistem pengaman dan pembatasan akses konten.
Disdik menegaskan, perlindungan terhadap peserta didik menjadi prioritas utama. Langkah pencegahan akan terus diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.