Jelang Piala Asia U-23 2026, Timnas U-23 Irak Sudah Dihantam Krisis Pemain

foto
Para pemain Timnas Irak U-23. (Instagram/@iraqnt_en)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Piala Asia U-23 2026 di Arab Saudi bakal resmi dimulai dalam dua hari lagi, tepatnya pada Selasa (6/1/2026). Sebagian besar tim peserta sudah tiba di lokasi turnamen setelah menjalani pemusatan latihan dan laga uji coba.

Tapi kondisi itu nggak dialami semua tim. Salah satu yang justru lagi dilanda masalah adalah Timnas U-23 Irak, tim yang finis peringkat ketiga di edisi 2024 lalu.

Alih-alih fokus ke persiapan, skuad asuhan Emad Mohammed malah keteteran karena banyak pemain yang belum bisa bergabung. Bahkan, situasi Timnas U-23 Irak jelang turnamen ini disebut-sebut penuh tanda tanya.

Baca Juga:Malaysia Open 2026 BWF Super 1000, Putri KW dan Alwi Farhan Datang dengan Modal Penting IniPiala Asia U-23 2026 Resmi Digelar, Timnas Indonesia Absen, Thailand dan Vietnam Hadapi Grup Neraka

Masalah utamanya datang dari klub-klub lokal Irak, terutama Al-Zawraa, yang menolak melepas pemainnya ke tim nasional. Alasannya, Piala Asia U-23 2026 bukan agenda resmi FIFA, sehingga klub memang punya hak untuk menahan pemain.

Akibatnya, saat latihan terakhir pada Jumat (2/1/2026), jumlah pemain yang hadir cuma 10 orang. Kondisi ini jelas bikin Emad Mohammed frustrasi. Ia bahkan sempat mengatakan bahwa ikut serta di Piala Asia U-23 2026 terasa nyaris mustahil dengan kondisi seperti sekarang.

Menanggapi kekacauan ini, Asosiasi Sepak Bola Irak (IFA) langsung turun tangan. Mereka mengeluarkan perintah tegas: pemain yang sudah masuk daftar skuad tapi mangkir bakal kena skorsing dan denda.

Bukan cuma pemain, klub yang menahan pemainnya juga terancam sanksi berat, mulai dari larangan tampil di kompetisi internasional hingga laga persahabatan.

Namun, kebijakan IFA ini langsung mendapat perlawanan dari Al-Zawraa, klub yang menyumbang enam pemain ke Timnas U-23 Irak. Pemain-pemain itu antara lain Kazem Raad, Sajjad Mohammed, Haider Abdul Karim, Ali Sadiq, dan Hussein Hassan.

Dalam pernyataan resminya, Al-Zawraa menegaskan penolakan mereka untuk melepas pemain ke timnas. Klub tersebut menilai keputusan IFA tidak adil dan bisa merusak keseimbangan kompetisi di Liga Irak.

Al-Zawraa juga menegaskan mereka hanya mau melepas pemain jika liga dihentikan sementara. Kalau liga tetap berjalan sementara mereka kehilangan enam pemain, itu dianggap melanggar prinsip keadilan.

Baca Juga:Instagram John Herdman Tembus 88 Ribu Followers Usai Resmi Latih Timnas IndonesiaMasuk Top 10 Dribel Tersukses Dunia! Mariano Peralta Jadi Andalan Borneo FC

Bahkan, Al-Zawraa memperingatkan bahwa sikap mereka berlandaskan aturan FIFA dan AFC, jadi bukan tanpa dasar hukum.

0 Komentar