Selain mengkritik wasit, Bojan Hodak juga menyoroti bagaimana ritme permainan sering terhenti akibat keputusan-keputusan yang tidak perlu. Hal ini dianggap sangat merugikan bagi tim yang sedang mengejar keunggulan. Meskipun begitu, ia tetap berusaha profesional dengan tidak menyebut nama wasit secara spesifik guna menghindari hukuman yang lebih berat. Baginya, situasi ini sangat ironis karena di saat semua pihak ingin meningkatkan kualitas sepak bola nasional, kinerja perangkat pertandingan justru seringkali menjadi batu sandungan yang menghambat perkembangan tersebut.
Pada akhirnya, hasil imbang ini memaksa Persib Bandung untuk kembali melakukan evaluasi total. Bojan Hodak menegaskan bahwa ia akan fokus memperbaiki performa penyelesaian akhir timnya, namun ia juga berharap ada perbaikan nyata dari sisi kepemimpinan wasit di laga-laga mendatang. Luapan emosi “gaji dipotong” tersebut menjadi sinyal kuat bahwa ada keresahan nyata yang dirasakan oleh para pelatih asing di Liga 1 terhadap standar keadilan di lapangan yang hingga kini masih sering menjadi perdebatan hangat di kalangan pencinta sepak bola tanah air.
