RADARCIREBON.TV – Piala AFF 2026 yang kini bernama ASEAN Mitsubishi Electric Cup menghadirkan pembaruan penting yang berpotensi memberi keuntungan besar bagi Timnas Indonesia. Salah satu perubahan paling signifikan adalah pergeseran jadwal turnamen yang tidak lagi digelar di akhir tahun, melainkan berlangsung pada 25 Juli hingga 26 Agustus 2026.
Perubahan jadwal ini menjadi angin segar bagi banyak negara peserta, termasuk Indonesia. Pada edisi-edisi sebelumnya, Piala AFF kerap digelar pada November hingga Desember, periode yang sering berbenturan dengan agenda kompetisi klub domestik maupun internasional. Kondisi tersebut membuat Timnas Indonesia kerap kesulitan memanggil pemain terbaiknya, terutama yang berkarier di luar negeri.
Dengan jadwal baru di pertengahan tahun, situasi tersebut diperkirakan akan jauh berbeda. Periode Juli–Agustus bertepatan dengan masa libur kompetisi atau pra-musim di banyak liga Eropa dan Asia. Hal ini membuka peluang besar bagi Timnas Indonesia untuk memanggil pemain abroad dan pemain keturunan tanpa hambatan berarti dari klub masing-masing.
Baca Juga:Hasil Liga Inggris Tadi Malam: Drama Injury Time di Craven Cottage, Liverpool Gagal MenangHighlight Liverpool vs Fulham: VAR, Penalti Kontroversial, dan Gol Dianulir Warnai Duel Panas di Craven Cottag
Keuntungan strategis ini dinilai sangat krusial, terutama mengingat PSSI telah memasang target tinggi di Piala AFF 2026. Kehadiran skuad penuh memungkinkan pelatih menyusun komposisi terbaik sejak awal persiapan, sekaligus meningkatkan kualitas persaingan internal di dalam tim. Timnas Indonesia tidak lagi harus mengandalkan skuad lapis kedua seperti yang kerap terjadi di edisi-edisi sebelumnya.
Selain itu, perubahan jadwal juga berdampak pada kualitas turnamen secara keseluruhan. Dengan pemain-pemain utama bisa tampil, intensitas pertandingan diprediksi meningkat dan kualitas laga menjadi lebih kompetitif. Hal ini tentu menguntungkan Timnas Indonesia yang tengah berupaya meningkatkan standar permainan dan konsistensi di level Asia Tenggara.
Jika dibandingkan dengan Piala AFF edisi-edisi terdahulu, jadwal akhir tahun sering membuat turnamen ini dipandang kurang ideal oleh sebagian pelatih dan pemain. Banyak klub enggan melepas pemainnya karena kompetisi sedang memasuki fase krusial. Akibatnya, beberapa tim nasional tampil tanpa kekuatan penuh, yang berpengaruh pada performa di lapangan.
Kini, dengan penjadwalan ulang ke pertengahan tahun, Piala AFF 2026 dinilai lebih ramah terhadap kalender sepak bola modern. Bagi Timnas Indonesia, situasi ini menjadi momentum penting untuk memaksimalkan potensi skuad dan bersaing secara serius dalam perburuan gelar. Jika dimanfaatkan dengan baik, perubahan jadwal ini bisa menjadi salah satu faktor kunci dalam upaya Skuad Garuda meraih prestasi terbaik di Piala AFF 2026.
