×
RCTV live Streaming

Arema FC Berburu Striker Tajam Demi Menyelamatkan Ambisi di Putaran Kedua BRI Super League

Sepakbola Indonesia
Saat ini, Arema FC sebenarnya tidak kekurangan pemain depan. Namun, persoalannya adalah inkonsistensi performa. Striker yang ada belum mampu tampil stabil dari pekan ke pekan. Foto: aremafcofficial/tangkap layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Arema FC menghadapi fase krusial dalam perjalanan mereka di putaran kedua BRI Super League.

Setelah melewati paruh musim dengan performa yang dinilai belum sepenuhnya konsisten, satu kebutuhan paling mendesak kini terlihat jelas: tambahan striker murni yang tajam dan bisa diandalkan. Minimnya produktivitas gol menjadi masalah utama yang membuat Singo Edan tertahan di papan tengah klasemen dan kerap gagal mengunci kemenangan, meski secara permainan tidak selalu inferior.

Masalah Klasik: Dominasi Tanpa Gol

Sepanjang putaran pertama, Arema FC sebenarnya menunjukkan perkembangan dalam aspek organisasi permainan. Penguasaan bola relatif stabil, transisi antar lini mulai rapi, dan kreativitas dari lini tengah cukup menjanjikan. Namun, semua itu kerap berakhir tanpa hasil maksimal karena ketajaman di lini depan belum memenuhi ekspektasi.

Baca Juga:El Clasico Indonesia Semakin Panas: Persija Jakarta Siapkan Transfer Kejutan Jelang Duel Lawan Persib BandungBojan Hodak Tutup Mulut Jelang El Clasico Indonesia: Tegas Tolak Bahas Duel Panas Persib vs Persija

Beberapa laga menjadi contoh nyata. Arema mampu menciptakan peluang lebih banyak dibanding lawan, tetapi penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat poin demi poin terbuang. Situasi ini menempatkan Arema sebagai salah satu tim dengan rasio peluang berbanding gol yang rendah, sebuah indikator klasik bahwa masalah utama terletak pada ujung tombak.

Ketergantungan dan Inkonsistensi Striker yang Ada

Saat ini, Arema FC sebenarnya tidak kekurangan pemain depan. Namun, persoalannya adalah inkonsistensi performa. Striker yang ada belum mampu tampil stabil dari pekan ke pekan. Ada pertandingan di mana mereka terlihat hidup dan agresif, tetapi di laga berikutnya kembali tumpul.

Ketergantungan pada satu atau dua nama juga menjadi masalah tersendiri. Ketika striker utama mengalami penurunan performa atau mendapat pengawalan ketat dari lawan, Arema sering kehabisan opsi. Minimnya variasi gol dari pemain depan membuat lawan relatif mudah membaca pola serangan Singo Edan.

Selain itu, absennya sosok striker dengan karakter finisher alami, yang bisa mencetak gol dari setengah peluang menjadi kekurangan mencolok. Banyak peluang emas terbuang akibat kontrol yang kurang sempurna, penyelesaian yang terburu-buru, atau keputusan yang terlambat di kotak penalti.

•Evaluasi Pelatih dan Manajemen

Pelatih Arema FC secara terbuka mengakui bahwa putaran kedua membutuhkan pendekatan berbeda. Bukan hanya soal taktik, tetapi juga komposisi pemain. Lini depan menjadi fokus utama evaluasi karena sepak bola modern tetap bertumpu pada efektivitas mencetak gol.

0 Komentar