Adhi menegaskan bahwa penetapan jumlah tiket yang dijual tidak semata soal jumlah bangku, tetapi merupakan hasil dari pertimbangan matang bersama instansi keamanan untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan. Menurutnya, faktor keselamatan dan kenyamanan penonton menjadi prioritas utama pihak klub dan panitia penyelenggara.
Selain itu, manajemen juga mengimbau kepada seluruh Bobotoh untuk menghindari pembelian tiket dari pihak tidak resmi, karena Persib tidak bertanggung jawab atas segala bentuk pembelian di luar kanal resmi. Imbauan ini penting untuk meminimalkan risiko masuknya tiket palsu atau praktik scalping yang bisa merugikan suporter dan mengganggu proses verifikasi tiket di stadion.
•Corporate Box dan Alternatif Dukungan Lainnya
Sebagai tambahan, Persib juga membuka opsi tiket Corporate Box (CB) bagi suporter yang ingin menikmati pertandingan dengan fasilitas lebih eksklusif. Tiket premium ini menawarkan pengalaman menonton yang lebih nyaman dengan layanan istimewa bagi kelompok maupun individu, meskipun harganya jauh di atas tiket reguler.
Baca Juga:Akhir Kisah Federico Barba di Bandung: Minta Maaf ke Bobotoh, Bek Italia Pilih Pulang ke Eropa Demi KeluargaJuventus Dikepung Lawan, Jay Idzes Bangun “Benteng Baja” Venezia di Tengah Ancaman Raksasa Italia
Bagi Bobotoh yang belum berhasil mendapatkan tiket, klub juga menyediakan kesempatan untuk tetap memberikan dukungan melalui sejumlah kegiatan nonton bareng (nobar) resmi, yang diselenggarakan di berbagai lokasi seperti CGV Paris Van Java di Bandung. Upaya ini diharapkan tetap menjaga semangat dukungan tanpa menimbulkan konsentrasi massa di luar stadion yang bisa menimbulkan kerumunan tidak terkendali.
•Persiapan Ketat untuk Aspek Keamanan
Pihak klub juga bekerja sama dengan aparat keamanan setempat untuk mengatur arus masuk penonton, sistem tiket elektronik, hingga koordinasi dengan petugas di lapangan. Ini dilakukan guna mencegah insiden yang tidak diinginkan seperti penonton masuk tanpa tiket atau potensi gesekan antara kelompok suporter. Pada laga-laga besar di masa lalu, aparat keamanan bahkan pernah menurunkan ribuan personel untuk menjaga keamanan sebelum dan selama pertandingan berlangsung agar tetap kondusif.
Tidak hanya di dalam stadion, pihak keamanan juga memetakan titik rawan di luar area pertandingan, termasuk jalur transportasi dan lokasi nobar untuk mengantisipasi kerumunan massa yang terlalu besar. Hal ini menjadi bagian dari strategi preventif untuk mendukung suksesnya pertandingan yang diprediksi berlangsung sengit dan penuh gairah.
