RADARCIREBON.TV – Memasuki awal tahun 2026, pasar otomotif Tanah Air langsung disambut dengan kabar yang cukup mengejutkan bagi para calon konsumen kendaraan ramah lingkungan. Perubahan peta harga mulai terlihat sangat nyata di awal bulan ini, menandai babak baru setelah masa berakhirnya berbagai kemudahan pajak pada akhir tahun lalu. Berdasarkan pantauan terbaru di pasar otomotif nasional per 6 Januari 2026, terlihat sebuah pergerakan signifikan di mana salah satu pemain besar asal Korea Selatan, Hyundai, secara resmi telah melakukan penyesuaian harga dengan menaikkan nilai jual hampir di seluruh lini produk listrik mereka.
Kenaikan harga yang dilakukan Hyundai menjadi sorotan utama karena perusahaan ini merupakan pabrikan pertama yang secara terbuka memperbarui banderol mereka di awal tahun ini. Peningkatan ini tidak main-main karena menyentuh angka puluhan juta rupiah. Model populer seperti Hyundai Kona Electric, Ioniq 5, hingga sedan mewah Ioniq 6 semuanya kompak mengalami lonjakan harga. Untuk varian Kona Electric, konsumen kini harus merogoh kocek lebih dalam dengan kenaikan mulai dari kisaran lima puluh juta hingga hampir menyentuh angka delapan puluh juta rupiah untuk tipe tertingginya. Sementara itu, varian performa tinggi seperti Ioniq 5 N kini telah menembus angka miliaran rupiah, yang semakin mempertegas posisinya di segmen kendaraan listrik premium.
Penyebab utama dari fenomena kenaikan harga ini bukan tanpa alasan. Faktor paling krusial adalah berakhirnya masa berlaku insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah atau PPN DTP pada Desember 2025 lalu. Sebagaimana diketahui, kebijakan tersebut sebelumnya memberikan keringanan pajak yang cukup besar bagi produsen yang memenuhi syarat tingkat komponen dalam negeri tertentu. Tanpa adanya subsidi tersebut, ditambah dengan penyesuaian tarif PPN reguler yang kini berada di angka dua belas persen, beban biaya tersebut akhirnya dibebankan kepada harga jual akhir kendaraan yang diterima oleh konsumen.
Baca Juga:Misi Vietnam Guncang Dominasi Asia Barat Setelah Taklukkan ASEAN di Piala Asia U-23 2026Emas SEA Games Bukan Akhir, Timnas Futsal Indonesia Kini Bidik Takhta Asia di Piala Asia 2026!
Meski Hyundai sudah mulai mencuri start dengan menaikkan harga, situasi berbeda terlihat pada merek-merek lain yang masih mencoba bertahan dengan harga lama. Produsen asal China seperti BYD, Wuling, Chery, dan MG terpantau belum melakukan perubahan harga yang signifikan pada awal Januari ini. Sebagai contoh, unit mungil seperti Wuling Air EV atau model-model dari BYD seperti Atto dan Dolphin masih dipasarkan dengan label harga yang sama seperti akhir tahun lalu. Hal serupa juga terlihat pada merek-merek Eropa dan Jepang lainnya yang masih mengamati situasi pasar sebelum mengambil keputusan untuk menaikkan harga.
