Mitos Jersey Kuning: Bobotoh Kaitkan Kekalahan Persib dari Persik dengan Warna Keramat yang Dianggap Sial

Sepakbola Indonesia
Bukan hanya soal strategi, performa pemain, atau keputusan wasit, namun warna jersey yang dikenakan Maung Bandung justru menjadi sorotan utama. Foto: Persib/tangkap layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Kekalahan Persib Bandung dari Persik Kediri kembali memicu perdebatan hangat di kalangan Bobotoh.

Bukan hanya soal strategi, performa pemain, atau keputusan wasit, namun warna jersey yang dikenakan Maung Bandung justru menjadi sorotan utama. Jersey kuning yang dipakai Persib dalam laga tersebut kembali dianggap sebagai “biang kerok” kekalahan, memunculkan mitos lama yang tak pernah benar-benar padam di kalangan pendukung setia klub kebanggaan Jawa Barat itu.

Dalam pertandingan yang berlangsung sengit, Persib sejatinya tampil cukup dominan dalam penguasaan bola. Namun, sejumlah peluang emas gagal dikonversi menjadi gol. Di sisi lain, Persik Kediri mampu tampil lebih efektif dan akhirnya keluar sebagai pemenang. Usai laga, media sosial langsung dipenuhi komentar Bobotoh yang mengaitkan hasil minor tersebut dengan jersey kuning yang dikenakan tim.

Baca Juga:Akhir Kisah Federico Barba di Bandung: Minta Maaf ke Bobotoh, Bek Italia Pilih Pulang ke Eropa Demi KeluargaJuventus Dikepung Lawan, Jay Idzes Bangun “Benteng Baja” Venezia di Tengah Ancaman Raksasa Italia

Mitos Jersey Kuning

Bagi sebagian Bobotoh, jersey kuning seolah membawa “aura negatif” bagi Persib. Keyakinan ini bukan muncul tiba-tiba, melainkan telah berkembang selama bertahun-tahun. Dalam beberapa laga penting di masa lalu, Persib memang kerap menelan hasil kurang maksimal saat mengenakan jersey berwarna kuning. Hal inilah yang kemudian membentuk persepsi kolektif bahwa warna tersebut kurang cocok dengan karakter dan identitas Maung Bandung.

Di berbagai platform media sosial, mulai dari X (Twitter), Instagram, hingga grup Facebook Bobotoh, komentar bernada serupa bermunculan. Banyak yang menyebut bahwa Persib terlihat kurang garang, kurang percaya diri, dan tidak menunjukkan aura kemenangan ketika memakai jersey kuning. Bahkan, ada yang menyarankan agar warna tersebut “dipensiunkan” atau hanya digunakan dalam situasi tertentu yang benar-benar diperhitungkan.

Namun, jika ditarik ke ranah yang lebih rasional, kekalahan Persib tentu tidak bisa semata-mata disalahkan pada warna jersey. Sepak bola adalah olahraga kompleks yang dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kesiapan fisik pemain, taktik pelatih, kondisi lapangan, hingga mental bertanding. Dalam laga melawan Persik, sejumlah analisis menunjukkan bahwa lini serang Persib kurang efektif, sementara koordinasi lini belakang beberapa kali kecolongan.

0 Komentar