Tembok Penahan Tanah (TPT) atau biasa disebut senderan sungai yang berada di RW 02 Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, ambruk diterjang derasnya sungai. Mirisnya, bangunan yang baru berdiri sejak Agustus 2025 ini roboh setelah tak mampu menahan derasnya aliran Sungai Gagareto.
PKG: Hujan deras yang mengguyur wilayah Kalijaga pada Senin sore menyebabkan debit air Sungai Gagareto meningkat tajam. Derasnya arus air menghantam Tembok Penahan Tanah (TPT) atau senderan sungai yang posisinya berada di tikungan sungai, hingga akhirnya bangunan tersebut jebol diterjang aliran air sungai.
Senderan sungai yang baru berusia lima bulan ini tampak hancur dan rapuh. Bahkan, material bangunan yang digunakan mudah remuk saat diremas. Kondisi tersebut memunculkan dugaan lemahnya kualitas konstruksi dan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi.
Baca Juga:Jalan Ciremai Raya Banjir – VideoKawasan Penggung Banjir – Video
Ketua RW 02 Kalijaga, Kurdika, menyebut selain tekanan air yang kuat, konstruksi bangunan dinilai kurang baik sehingga tidak mampu menahan arus banjir. Akibat jebolnya TPT, air sungai meluap dan masuk ke rumah-rumah warga. Meski demikian, warga setempat menunjukkan solidaritas dengan bergotong royong membersihkan lumpur, sampah, serta merapikan material bangunan yang berserakan.
Wakil Wali Kota Cirebon bersama lurah setempat telah meninjau langsung lokasi kejadian. Pemerintah Kota Cirebon juga diminta segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pembangunan TPT dan menyiapkan solusi permanen agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.
Warga berharap pembangunan infrastruktur ke depan tidak hanya cepat, tetapi juga berkualitas dan benar-benar mampu melindungi masyarakat dari ancaman banjir.